Foto:Kompas.com

HMINEWS.COM- Romo Frans Magnis Suseno yang berkeyakinan Kristen Katholik akhir-akhir ini merasa nyaman dengan Lingkungan Islam. Pasalnya, Romo Frans melihat bahwa sekarang Islam sudah terbuka. Awalnya budayawan ini merasa asing dengan lingkungan Islam. Namun, begitu keran dialog itu mengucur dan mulai bermunculannya tokoh pluralitas seperti Gus Dur dan Nurcholis Majid yang merangkul setiap kelompok masyarakat yang ada, membuat Romo Magnis kini merasa Islam dekat dengan dirinya.

“Dulu saya yang agamanya Kristen Katholik sempat merasa asing dengan Islam, tidak takut, hanya asing berada di lingkungan Islam. Sepetinya itu tertutup untuk saya. Tapi setelah ada Gus Dur dan Nurcholis Majid, akhirnya saya dekat dengan kaum Muslim dan selalu disambut hangat dan nyaman tiap berada di lingkungan Islam, terutama NU (Nahdlatul Ulama),” ujar Romo Franz, Minggu (24/10/2010), dalam Dialog Agama dalam Menyikapi Kekekerasan, di DPP PKB, Jakarta.

Kiini Islam lebih terbuka kata Romo Frans. “Teman-teman Muslim pula lah yang bertahun-tahun mendukung kami. Kami merasa aman dan banyak yang melindungi yang lemah dan dari kelompok yang lebih kecil,” lanjut Romo Franz.

Sikap damai dan menghormati identitas manusia inilah yang seharusnya berkembang di tengah masyarakat karena pada dasarnya hidup di dunia tidak lepas dari izin Tuhan. Kalaupun ada konflik, itu merupkakan hal biasa tapi harus dipecahkan dengan damai bukan berdasarkan ancaman apalagi kekerasan.

“Sebenarnya hubungan antaragama di Indonesia itu baik, tapi ada kelompok yang tidak merasa terikat dengan rasa hormat, sehingga akhirnya menghalalkan cara kekerasan,” ucapnya.

Oleh karena itu, menurut Romo Franz, negaralah yang wajib menjamin hukum ketertiban dan menghilangkan kekerasan. “Bangun rasa tenggang rasa dan negara wajib mengerjakan bagiannya menghukum masyarakat yang melakukan kekerasan ini yang belum ada saat ini,” tandas Romo Magnis.[]kompas/dni