Presiden SBY Meminta Rusia Tekan Israel

HMINEWS.COM- Demi terciptanya perdamaian di semenanjung Korea, Presiden Susilo Bambang Yudhoyonomeminta Rusia untuk  dapat mendorong keberhasilan pertemuan negara enam pihak untuk meredakan ketegangan di kawasan Semenanjung Korea. Hal ini disampaikan Presiden di sela-sela kunjungan kenegaraan ke Hanoi, Minggu (31/10/2010) pagi, sebelum kembali ke Jakarta.

“Khusus untuk pertemuan puncak ASEAN-Rusia, saya berharap Rusia mendorong diselenggarakannya pertemuan six party talks, agar Semenanjung Korea tidak jadi kawasan panas,” kata Presiden

Selain untuk meredakan konflik semenanjung Korea, Rusia juga diminta untuk berperan dalam pembicaraan konflik Israel-Palestina. “Meminta Rusia menekan Israel karena membangun pemukiman yang kita anggap ilegal,” tegas Presiden.

Rencananya dalam pertemuan puncak ke-18 ASEAN di Bali mendatang, Indonesia akan mengusung deklarasi yang menunjukkan komitmen ASEAN pada dunia global sehingga turut berperan aktif dalam menciptakan tatanan dunia yang adil dan sejahtera, jelas Presiden

Presiden Yudhoyono juga menjelaskan bahwa ia terpaksa membatalkan pertemuan dwipihak dengan China, Korea Selatan, Selandia Baru dan Jepang di sela-sela pertemuan puncak ke-17 di Hanoi karena terpaksa kembali ke Indonesia untuk meninjau proses tanggap darurat di Mentawai.

“Meski batal, pada prinsipnya saya telah bertemu di sela-sela summit, pembicaraan substantif, mereka ingin bekerja sama di bidang ekonomi,” jelasnya.

Pada Senin, Mentawai digoncang gempa dan tsunami yang mengakibatkan sedikitnya 400-an orang meninggal dan puluhan yang lain masih hilang. Besarnya skala bencana di Mentawai itulah yang menjadi alasan Presiden Yudhoyono  untuk meninjau proses tanggap darurat di daerah itu.[]kompas/dni