Wakil Ketua DPR, Anis Matta

HMINEWS.COM- Mengapa Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tidak peka kepada para korban bencana alam? Mengapa PKS tidak melarang kadernya ke luar negeri dengan alasan studi banding ditengah deraan  petaka?

”Mestinya, PKS dengan simbol dan semboyan bersih dan  perduli,  lebih komit kepada  para korban bencana, ketimbang  membiarkan kadernya di DPR studi banding ke luar negeri. Ingat bahwa Gerindra dan Golkar melarang kadernya ke luar negeri karena jadi isu sensitif dan eksplosifi. PKS bisa menabung public trust dengan larangan bagi kadernya untuk studi banding,” kata Herdi Sahrasad, seorang analis politik dari PSIK Paramadina

Sejauh ini, Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Luthfi Hasan Ishaaq tidak melarang kadernya yang di DPR RI untuk melakukan kunjungan kerja ke luar negeri.

Menurutnya, itu sudah menjadi tugas DPR dan tidak ada unsur pelanggaran UU di dalamnya. “Perlu belajar dari negara lain yang lebih maju dan baik agar dalam penyusunan undang-undang dapat mengadopsi hal-hal yang positif untuk kemajuan bangsa,” kata Lutfhi di status Facebook PKS, Minggu (31/10/2010).

Menurutnya, dia tidak menutup mata terhadap prakter kunker yang disalah gunakan. Banyak yang melakukan kunker tapi justru dijadikan ajang jalan-jalan.

Menurutnya, praktek penyalahgunaan inilah yang harus dihilangi. “Ini yang harus diperbaiki. Bukan melarang kunjungan ke luar negerinya,” katanya. Lanjutnya lagi, walau banyak bencana yang terjadi, tapi bukan berarti kunker ke luar negeri ditiadakan.

Belakangan ini, isu Kunker anggota DPR RI, menjadi sangat kontroversi. Banyak masyarakat yang menilai bahwa anggota DPR tidak sensitif karena melakukan kunker ke luar negeri di saat banyak bencana di dalam negeri. []rima/dni