Mendesak Sudi dan Freddy Mundur dari Kabinet, Beranikah SBY?

HMINEWS.COM- Kinerja kabinet SBY dinilai lembek. Sesneg Sudi Silalahi dan Menhub Freddy Numberi didesak mundur, sementara  isu pergantian menteri atau reshuffle masih terus bergulir. Desakan agar Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengganti 11 menteri-menterinya dilontarkan oleh salah satu pendukung SBY, yaitu Aliansi Rakyat untuk SBY (Arus).

Dalam keterangan persnya kemarin, Arus mendesak agar Presiden SBY mengganti 11 menterinya yang dinilai telah gagal menjalankan tugasnya selama satu tahun pemerintahan SBY berjalan.

“Hasil konsolidasi Arus, menteri-menteri yang harus diganti antara lain, Menkokesra, Agung Laksono (Partai Golkar), Menakertrans, Muhaimmin Iskandar (PKB), Meneg BUMN, Mustafa Abubakar (Profesional), Menteri Perdagangan, Marie Elka Pangestu (Profesional) dan Menkes Endang Sri Rahayu, (Profesional),” kata Sekjen Arus, Heru Purwoko, dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (25/9).

Meski Arus merupakan organiasasi untuk SBY, tapi Arus, terang Heru, tidak boleh tebang pilih. Menteri-menteri dari partainya harus juga direshuffle,

“Kami melihat ada tiga menteri dari partai nya SBY, yaitu Freddy Numberi (Menhub), Andi Mallarangeng (Menpora), Darwin Saleh (Menteri ESDM),” tegas Heru.

Heru menambahkan, masih ada menteri-menteri yang juga harus di ganti yaitu, Menkominfo, Tiffatul Sembiring (PKS), Menteri PU Joko Kiramanto (Profesional) dan Menteri Luar Negeri, Marty Natalegawa (Profesional).

“Jika ini tidak diganti. Minggu depan (1 Oktober 2010), kami akan melakukan aksi besar-besaran dengan mengusung ‘Reshuffle Kabinet untuk Kesejahteraan’ dan ini harus segera dilakukan,” pungkasnyaKetidakberanian

Presiden SBY mengocok ulang susunan Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II, memperlihatkan kesediaannya berada dalam tawanan menteri-menteri yang tidak berprestasi dan mumpuni.

“Ini akan menjadi beban politik yang dapat menjauhkan SBY dari rakyat yang ingin mendapatkan kesejahteraan, kedaulatan, dan kemandirian,” ujar Ketua Dewan Direktur Sabang-Merauke Center (SMC) Syahgandan Nainggolan, di Jakarta, Minggu malam (3/10).

Dalam kesempatan itu, dia juga menyarankan Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi dan Menteri Perhubungan Freddy Numberi, untuk mengundurkan diri sebelum kocok ulang diumumkan. Kedua menteri ini, menurut Syahganda tidak memiliki kapasitas memadai untuk menempati jabatan yang kini mereka duduki. Sudi Silalahi gagal berperan dalam “krisis” Jaksa Agung yang baru berlalu. Sementara Freddy Numberi gagal membenahi manajemen transportasi nasional.

“Pengunduran diri akan menjaga moralitas pribadi mereka di hadapan masyarakat,” ujar Syahganda.

Selain Sudi dan Freddy, ada empat menteri lain yang menurut Syahganda layak di-reshuffle. Keempatnya adalah Menteri Energi dan Sumberdaya Mineral Darwin Zahidi Saleh, Menteri Perdagangan Marie Elka Pangestu, Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa, dan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar.

“Mereka tidak berorientasi pada penciptaan kesejahteraan maupun martabat rakyat,” demikian Syahganda.[]rima