illustrasi

HMINEWS.COM- HMINEWS.COM- Setahun pemerintahan SBY – Boediono disambut aksi mahasiswa di Solo. Aksi digelar di dua tempat yang berbeda. Tuntutan mereka serupa, yakni mendesak SBY – Boediono secara suka rela meletakkan jabatannya karena telah terbukti gagal menjalankan amanat yang diberikan rakyat.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) menggelar aksi di depan kampus Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), tepatnya di pertigaan Jalan Ahmad Yani, Pabelan, Kartosuro, Rabu (20/10/20210).

Aksi puluhan mahasiswa tersebut mendapat pengawalan ketat polisi yang dipimpin langsung oleh Kapolres Sukoharjo, AKBP Suharyono. Lebih dari seratus polisi melakukan pengamanan terbuka maupun tertutup.

Polisi berseragam terus memblokade massa mahasiswa untuk menghalangi massa aksi kembali turun ke tengah jalan seperti saat menggelar aksi kemarin sehingga mengganggu kelancaran lalu-lintas. Dalam aksi kemarin polisi dan mahasiswa sempat terlibat bentrok.

Di tempat lain, tepatnya di Bundaran Gladag, puluhan aktivis mahasiswa bergabung dengan para aktivis LSM. Mereka menggelar aksi juga dalam rangka mendesak SBY – Boediono turun dari jabatannya karena dinilai gagal menjalankan pemerintahan.

Dari bendera yang mereka bawa terlihat massa aksi berasal dari GMNI, PMKRI, KAMMI, PMII dan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta. Tampak pula spanduk-spanduk yang dikeluarkan oleh sejumlah LSM di Solo.

Aksi tersebut sempat diwarnai ketegangan antara massa aksi dengan aparat kepolisian, saat massa dilarang polisi ketika akan menurunkan bendera di depan Graha Soloraya dari satu tiang penuh menjadi setengah tiang. Polisi langsung merebut tali tiang bendera yang sudah dilepas oleh mahasiswa. Ketegangan berakhir ketika mahasiswa tidak meneruskan niatnya.[]detik/qi