illustrasi

HMINEWS.COM- Ratusan mahasiswa Semarang, Jawa Tengah berunjuk rasa memperingati setahun kepemimpinan SBY-Boediono. Sebagai simbolisasi matinya nurani pemerintah, mereka membungkus ‘SBY’ dengan kain kafan.

Aksi dilakukan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Gerakan Mahasiswa Nasionalis Indonesia (GMNI), dan BEM Unisulla. Mereka memulai aksi dari Bundaran Air Mancur sekitar pukul 10.00 WIB, Rabu (20/10/2010).

PMII, GMNI, dan IMM mengusung seorang peserta aksi yang digantungi kertas bertuliskan ‘SBY’ dan dikafani kain merah. Dari Bundaran Air Mancur, mereka menuju kantor DPRD Jateng, Jl. Pahlawan. Sementara BEM Unisulla beraksi di kantor gubernur yang bersebelahan dengan kantor DPRD.

“Pemerintahan SBY periode kedua, tidak menunjukkan tanda-tanda membaik. Bencana dimana, tapi pemerintah seolah tutup telinga,” kata aktivis PMII, Achmad Yusuf.

Yusuf mencontohkan banjir bandang di Wasior, Papua. Menurut dia, pemerintahan SBY-Boediono sangat lamban menangani dan saling tuding soal penyebab bencana tersebut.

Para mahasiswa menuding Kabinet Indonesia Bersatu tak mampu memperbaiki situasi. “KIB tak lebih dari singkatan Kabinet Indonesia Berantakan!” teriak seorang orator.

Aksi juga diwarnai teatrikal yang menggambarkan rakyat yang tak bisa berbuat apa-apa. Teatrikal itu dilakukan dua peserta aksi yang bertelanjang dda dengan kaki dipasangi rantai.

Ratusan polisi menjaga aksi tersebut. Mereka bersiaga di titik-titik jalan protokol. Beberapa water canon dan pasukan satwa dikerahkan.

Sekitar pukul 12.00 WIB, aksi berakhir setelah salah satu perwakilan membacakan pernyataan sikap. Selama aksi, arus lalu lintas relatif lancar karena polisi segera turun saat posisi para mahasiswa masuk ke badan jalan.[]detik/qi