foto : Kompas

HMINEWS.COM-  Demonstrasi yang terus-menerus dilakukan mahasiswa di Makasar, memaksa SBY untuk segera meninggalkan Makasar. Pasalnya mahasiswa menilai SBY telah gagal menjalankan negara ini. Oleh karena itu SBY diminta untuk segera mundur.

Selama kunjungan kerja SBY ke Makassar Sekitar 1.000 aparat dari TNI Kodam VII Wirabuana dan 2 SSK anggota Polres Makassar disebar di sejumlah titik di Makassar. Konsentrasi dipusatkan di sekitar Hotel Clarion, Jl Pettarani, Makassar, lokasi pembukaan rapat koordinasi gubernur se-Indonesia, Selasa (19/10). SBY akan berada di Makassar sekitar 6 jam, dari pukul 09.30-15.30 Wib.

Pengamanan diperketat juga di sepanjang jalan yang dilalui Presiden SBY dan rombongan. Aparat gabungan dengan senjata lengkap juga berjaga-jaga di depan kampus Universitas Negeri Makassar, Universitas Hasanuddin, Universitas 45 Makassar, dan Universitas Islam Muslim Indonesia (UMI).

Saat ini puluhan mahasiswa dari Universitas 45 yang tergabung dalam beberapa elemen mahasiswa,  menggelar aksi demonstrasi dengan memblokir Jl Urip Sumohardjo, Selasa (19/10/2010).  Mereka terdiri dari Perhimpunan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Forum Mahasiswqa Toraja (Format) dan berbagai BEM dari kampus 45

Dalam aksinya mereka menolak kedatangan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono di Makassar. Selain itu bertepatan dengan momentum satu tahun kepemimpinan SBY-Boediono sebagai pemimpin negara Indonesia dinilai gagal.

Salah satu kegagalan SBY-Boediono adalah banyaknya persoalan bangsa tidak mampu diselesaikan, seperti dalam pemberantasan tindak pidana korupsi, serta kesejahteraan masyarakat miskin.

Dalam aksinya mereka menyebut kepemimpinan SBY-Boediono selama genap 1 tahun telah gagal, selain itu mereka mendesak agar SBY segera menuntaskan kasus century yang hingga hari ini belum ada penyelesainnya. “Kami meminta agar SBY-Boediono segera dilengserkan dari kursi jabatannya,” ujar Syamsul Asri koordinator lapangan. []kompas/jpnn/dni