Lengserkan SBY-BOED Dilarang Bawa "SiBuYa" Kerbau

HMINEWS.COM- Rencana sejumlah aktifis dan gerakan mahasiswa yang ingin melengserkan pemerintahan SBY-BOED pada 20 Oktober 2010 mendatang dihimbau untuk tertib dan tidak membawa hewan terutama “SIBUYA” kerbau. Hal ini untuk menjamin tertibnya aksi dan tidak menggangu masyarakat lain terutama pengguna jalan.

Demikian himbauan tersebut disampaikan Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya, Inspektur Jenderal Sutarman usai bertemu Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo di Balai Kota, Kamis 14 Oktober 2010.

Kapolda mempersilakan setiap anggota masyarakat yang ingin memperingati setahun pemerintahan SBY-Budiono, 20 Oktober untuk menyampaikan aspirasinya. Namun, para pendemo harus mengikuti aturan, termasuk tak boleh membawa binatang saat demo, khususnya kerbau.

“Kalau itu membahayakan masyarakat akan kita larang, karena alau binatang buas, liar, dibawa ke tempat-tempat seperti itu kemudian lari-lari itu membahayakan masyarakat,” kata dia.

Sutarman juga menegaskan bahwa larangan ini dikeluarkan bukan karena hal itu menyinggung SBY tetapi lebih pada ketertiban umum.

Sebelumnya, para pendemo pernah membawa binatang berupa kerbau yang diberi nama SIBUYA, saat demonstrasi peringatan 100 hari masa kepemimpinan SBY-Boediono, 28 Januari 2010 lalu. Dalam keadaan hidung dicocor, kerbau milik seorang petani di kawasan Jatiwaringin ini digiring berjalan kaki dari kawasan Bundaran HI menuju Istana Negara. Apakah Demo kali ini para pendemo berani melakukan hal yang sama, kita tunggu saja berita selanjutnya.[]viva/dni