Timur Pradopo Main Mata Dengan Pimpinan DPR

HMINEWS.COM- Pertemuan Calon  Kepala Kepolisian RI (Kapolri) Komjen Pol Timur Pradopo  dengan Ketua DPR Marzuki Alie dan pimpinan DPR lainnya, Rabu 6 Oktober 2010 terus mengundang tanda tanya, ada apa dibalik pertemuan itu. Pasalnya pimpinan DPR telah melanggar kode etik yang mereka buat sendiri. Pertemuan itu tidak wajar dilakukan pimpina DPR sebalum dilakukannya uji kelayakan dan kepatutan terhadap Timur. Dugaan pun muncul kalau DPR sudah cincai alias main mata dengan Timur.

Ketika diminta konfirmasinya terkait pertemuan DPR dengan Timur Pradopo, Koordinator Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) Sebastian Salang berpendapat pertemuan pimpinan DPR-Timur tidak etis.

Bagaimana tidak Pimpinan dewan dinilai telah merusak lembaga negara yang dipimpinnya sendiri, karena pertemuan dengan calon tunggal kapolri pilihan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, melangkahi proses yang semestinya didahulukan.

“Kalau sudah ketemu sebelum fit and proper test, berarti fit and proper nanti hanya basa-basi saja. Karena sudah ada kompromi. Ini nggak boleh,” ujarnya kepada INILAH.COM, Kamis (7/10/10).

Hal senada juga diungkapkan  anggota komisi III dari Fraksi Partai Golkar Bambang Soesatyo yang mengatakan bahwa undangan yang diberikan kepala calon Kapolri oleh Pimpinan DPR adalah sesuatu yang tidak etis dan menimbulkan banyak pertanyaan di kalangan publik.

Dengan itu dia menilai, pimpinan DPR telah mendahului komisi III yang memiliki kewenangan untuk melakukan uji kelayakan dan kepatutan terhadap calon Kapolri. “Pemanggilan sebelum fit and proper test oleh Pimpinan DPR itu curi start,” tandasnya.[]qian