Anggota Fraksi Partai DPR RI Golkar Bambang Soesatyo

HMINEWS.COM- Keinginan Partai Golkar untuk segera keluar dari Koalisi Sekretariat Gabungan mencuat kembali. Pasalnya kinerja pemerintahan SBY-BOED dianggap telah gagal dalam mensejahterakan rakyat. Hal ini diperkuat dengan hasil survei beberapa lembaga survei independen yang menunjukkan kalau  kinerja pemerintahan SBY-BOED kian menurun.

Dengan alasan tersebutlah Anggota Fraksi Partai DPR RI Golkar Bambang Soesatyo mengusulkan agar Partai Golkar mempertimbangkan kembali keberadaannya di sekretariat gabungan partai politik pendukung pemerintah SBY-BOED. Bambang juga menilai partai golkar harus mampu melihat jauh kedepan, hal ini terkait dengan strategi kemenangan partai Golkar pada pemilu 2014 kedepan, apakah masih relevan Golkar bergabung dengan Setgab.

“Pada penyusunan strategi partai, Partai Golkar harus mampu melihat jauh ke depan dan mengevaluasi keberadaannya di Setgab (Sekretariat Gabungan),” kata Bambang Soesatyo di Jakarta, Senin.

Bambang meminta perlu ada evaluasi menyeluruh tentang keberadaan Partai Golkar di Setgab apakah lebih banyak memberikan manfaat atau mudarat bagi strategi kemenangan Partai Golkar pada Pemilu 2014.

Berdasarkan dari hasil survei yang dilakukan beberapa lembaga survei,Bambang melihat bahwa citra pemerintahan SBY-BOED terus menurun. Oleh karena kata Bambang, Partai Golkar jangan mengulangi kesalahan dengan menjadi tameng dan pemadam kebakaran bagi pemerintahan yang citranya terus menurun.

Menurut Bambang, sudah saatnya Partai Golkar menunjukkan kemandirian sikap dan jati diri sebagai partai politik yang sudah berpengalaman di pemerintahan dan menghadapi permasalahan rakyat, lebih baik partai Golkar menjadi  partai penyeimbang dan membangun koalisi dengan partai-partai yang benar-benar pro rakyat. Hal ini semata-mata untuk kepentingan partai golkar sendiri pada pemilu 2014 nanti dengan strategi lebih memperhatikan kepentingan rakyat, karena bagaimanpun suara golkar adalah suara rakyat.

Bambang memperkirakan, menjelang Pemilu 2014 akan terjadi perubahan konstalasi politik, karena calon presiden dan wakil presiden seluruhnya adalah figur baru.

“Saat ini orang mulai bicara bahwa pemimpin yang ada saat ini akan menjadi bagian masa lalu. Sedangkan, pimpinan masa depan adalah figur-figur baru yang diharapkan akan membawa perubahan,” katanya.

Partai Golkar merupakan salah satu anggota Setgab partai politik pendukung pemerintahan, bersama Partai Demokrat, Partai Keadilan Sejahtera, Partai Amanat Nasional, Partai Persatuan Pembangunan, dan Partai Kebangkitan Bangsa.[]Ant/dni