Gagal, Kami Muak dan Mendesak Mundur SBY-BOED

HMINEWS.COM- Setahun pemerintahan SBY-Boediono dinilai tak memberikan perubahan yang berarti bagi kehidupan rakyat banyak. Penegakkan hukum mandul, ekonomi hanya berpihak pada pasar modal, sedangkan ekonomi rakyat makin terpuruk, dan orientasi pembangunan bangsa makin tak jelas arahnya.

Menyikapi hal ini, puluhan tokoh eksponen mahasiswa, pemuda, LSM, dan aktivis pro perubahan seperti IMM, PMII, PMKRI, HMI MPO, LMND, dan beberapa organisasi kemahasiswaan lainnya hari ini mendeklarasikan Maklumat 101010 sebagai ungkapan kekecewaan serta desakan agar rezim SBY segera diakhiri.

Menurut Koordinator Gerakan Indonesia Bersih (GIB) Adhie M Massardi usai pertemuan konsolidasi sekaligus konferensi pers di kantor PBNU tersebut juga sebagai langkah awal untuk menggalang kekuatan jelang aksi besar-besaran di seluruh Indonesia pada 20 Oktober mendatang, atau tepat setahun pemerintahan SBY-Boediono.

“Kami melihat, rezim ini sudah tidak bisa lagi ditolelir. Tidak ada lagi alasan untuk mempertahankan rezim SBY-Boediono,” ujar Adhie, Minggu (10/10).

Dalam maklumat yang diilhami tanggal dideklarasikan yang jatuh pada hari ini, mereka menyerukan pada seluruh elemen bangsa agar bersatu padu membentuk barisan menggedor kekuasaan SBY. Mereka juga mendesak pada semua lapisan dan golongan dari masyarakat agar sesegera mungkin membangun kekuatan bersama menggulingkan kekuasaan SBY.

Mereka menganggap, pemerintahan rezim SBY-Boediono dinilai sudah tidak layak lagi dipertahankan. Lantaran makin buruknya kepemimpinan SBY dalam mengatasi kemiskinan

Kemarin (10/10/2010),, sejumlah unjuk rasa mengkritisi enam tahun kinerja Presiden Susilo Bambang Yudhoyono juga digelar depan Istana Negara. Unjuk rasa tersebut diselimuti ketegangan antara pengunjuk rasa dan polisi. Demonstran dari Aliansi Rakyat Menggugat tak terima dilarang polisi berunjuk rasa depan pintu Istana Negara. Mereka mendesak SBY turun.

Seorang di antara pengunjuk rasa yang menolak adalah Eko Purwanto. Ia tak henti-henti memprotes polisi atas sikap mereka. Beruntung ketegangan mereda ketika polisi memberikan waktu selama beberapa menit untuk mereka berorasi. Tapi menjauh dari pintu gerbang Istana Negara.

Dalam orasinya, demonstran menilai kinerja Presiden Yudhoyono tak menunjukkan banyak perubahan, baik dari segi pendidikan, kemiskinan, dan sikap SBY yang terkesan lemah terhadap konflik dengan bangsa luar. Mereka mendesak Presiden Yudhoyono turun. Pengunjuk rasa mengancam menggelar aksi yang lebih besar lagi jika tuntutan tak dipenuhi.[]ima/dni