Mahfud MD

Jakarta, HMINEWS.COM- Demokrasi  bukanlah sebuah sistem yang sempurna, demokrasi bisa dijadikan sebagai alat persekongkolan jahat untuk meraih kekuasaan dengan legitimasi dukungan suara rakyat. Oleh karena itu demokrasi harus dilengkapi dengan “nomokrasi”. Demikian disampaikan oleh Mahfud MD pada orasi dihadapan alumni HMI (Jakarta, 12/10/2010).

Apa itu nomokrasi? Mahfud MD menjelaskan bahwa nomokrasi adalah kedaulatan hukum, yaitu pengelolaan suatu negara berdasarkan ketentuan-ketentuan hukum (konstitusi). Inilah yang selama ini kurang diparktikkan oleh bangsa Indonesia. Saat ini masyarakat sering tidak menghargai hukum, terlihat dari tindakan kekerasan di beberapa daerah.

Menurut Mahfud tindakan kekerasan diakibatkan oleh tidak hadirnya Negara sebagai pelaksana keadilan dalam aspek sosial, ekonomi dan politik. Dari permasalahan ini pentingnya mengusung Fikih Konstitusi yang berdasarkan nilai agama agar terpenuhinya rasa keadilan.

Sebagai alumni HMI Mahfud MD juga mengkritik beberapa alumni yang salah paham tentang konsep “ukhuwah Islamiyah” yang orentasinya kepentingan golongan tertentu. Ukhuwah Islamiyyah juga harus berlandaskan konstitusi, artinya jangan hanya karena mementingkan ukhuwah lantas dengan seenaknya saja melakukan kolusi yang merugikan masyarakt demi mementingkan kelompok tertentu.

Mahfud MD menyampaikan gagasan tersebut dalam acara ulang tahun Korps Alumni HMI (KAHMI) yang ke-44 di hotel Sahid Jakarta. Sebelum menyampaikan orasinya, beliau mendapat penghargaan sebagai alumni HMI yang mempu memberikan kontribusi siginifikan bangi bangsa Indonesia.

Nampak hadir dalam acara tersebut beberapa petinggi KAHMI seperti Akbar Tandjung, Tamsil Linrung, AA Manimbang dan sebagainya. Ketua MPRRI Taufik Kiemas yang merupakan anggota kehormatan KAHMI juga hadir dalam acara tersebut. [] lk