Lima Mahasiswa Yang ke Istana Dianggap Pengkhianat

HMINEWS.COM- Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Nusantara menganggap 5 aktivis mahasiswa yang bertemu dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, di Istana Presiden Jumat (22/10/2010) telah menjadi kaki tangan pemerintah.

“Mengatasnamakan perwakilan BEM Nusantara, pada tanggal 22 oktober 2010, beberapa mahasiswa bertemu dengan SBY di Istana, mengaku membicarakan mengenai temu BEM Nusantara di Papua,” kata Koordinator BEM Nusantara, Fernando di Jakarta, Sabtu (23/10/2010).

Koordinator BEM Nusantara ini, mengaku ada segelintir penghianat yang melakukan pertemuan dengan Presiden SBY. Mereka adalah Presiden Mahasiswa Trisakti Atma Winata, Mantan Presma UKI Tomohon Sulut Albert Hama, Ketua Bem Universitas Cendrawasih Papua Thomas Warijo dan Ketua BEM FISIP Universitas Cendrawasih Alberto Mansawan.

“Sungguh mengecewakan ditengah situasi politik yang sedang panas dan sedang menurunnya kepercayaan masyarakat pada pemerintahan 1 tahun SBY Boediono justru nama gerakan mahasiswa dirusak dengan deal mereka di istana,” kesalnya.

Sebelumnya, Presiden SBY menerima sejumlah aktivis Badan Eksekutif Mahasiswa Nusantara di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Jumat (22/10/2010) untuk membahas rencana Seminar Nasional dan Temu Nasional BEM Nusantara ke-III.[]inilah/dni