Aktivis 98 Segera Duduki Gedung DPR

HMINEWS.COM- Para aktivis 1998 kecewa kepada calon kapolri baru. Bila Komjen Pol Timur Pradopo terpilih sebagai kepala kepolisian RI (kapolri), para aktivis 1998 dari Universitas Trisakti tidak akan tinggal diam. Mereka akan kembali menduduki DPR.

“Kami janji darah kami akan ada dan kami akan turun lagi, kembali akan duduki DPR. Kita tidak main- main,” kata aktivis 98 Didi Ariyanto saat rapat dengar pendapat umum dengan Komisi III DPR, Gedung DPR, Jakarta, Selasa (12/10).

Sebagaimana diberitakan, pada 12 Mei 1998, empat mahasiswa Universitas Trisakti tewas terkena peluru tajam. Selain itu, puluhan mahasiswa lainnya terluka. Timur yang saat itu menjabat sebagai kapolres Jakarta Barat dinilai ikut bertanggung jawab.

Keterlibatan Komjen Pol Timur Pradopo dalam kasus Trisakti 1998 sedikit terkuak. Timur berada di lokasi kala pasukannya memukul para mahasiswa yang berunjuk rasa.

Hal ini diungkapkan mantan Ketua Ikatan Senat Mahasiswa Hukum se-Indonesia, Ahmad Wakilkamar, di kantor Komnas HAM, Jakarta, Selasa (12/10).

“Kami tahu benar bahwa saat tragedi Trisakti dan Semanggi, Timur ada di lokasi. Pasukan Timur yang mukul dan menggebuk kami” ungkap Ahmad.

Ahmad yang juga seorang aktivis 98 menolak pencalonan Timur sebagai calon tunggal kepala kepolisian RI (kapolri). Menurutnya, indikasi Timur melanggar HAM begitu kuat.[]dni