Sri Mulyani
Sri Mulyani

HMINEWS.COM- Respon atau bahkan pelecehan atas situs ”srimulyani.net” mulai merebak. Mengapa? Karena publik mencurigai munculnya ”srimulyani.net” bermotiv politik, bukan etika publik. Artinya, jargon etika publik hanyalah topeng untuk menutupi ambisi kelompok Sri untuk menjadi capres pada 2014. Konon, kata para aktivis,  Sri bakal didukung investor Amerika dan asing lainnya  dengan berbagai cara untuk tarung dalam pilpres 2014. Bukan main !

Akibatnya, sebagai bentuk pelecehan atau persaingan itu, kini sebuah situs dengan nama unik muncul, srimulyono.net. Tampaknya, nama situs ini memang sengaja diplesetkan dari nama mantan Menteri Keuangan Indonesia, Sri Mulyani. Bahasannya pun tak jauh-jauh dari soal ekonomi di Indonesia.

Begini bunyi kalimat pembukaan situs ‘srimulyono.net’ itu: ” Selamat Datang di sektor riil. Tidak ada kata terlambat untuk memulai. Semoga kehadiran situs ini tidak hanya melahirkan diskusi dijagad maya (karena diskusi jenis ini sudah banyak), tetapi benar-benar menggerakkan sektor riil, dengan memanfaatkan teknology yang ada di bidang media. Situs ini, saya harap juga tidak ikut-ikutan menjadi nyinyir, mengkritik kiri dan kanan (karena yang model beginian juga sudah banyak. Biarlah tugas semacam ini diteruskan oleh Tater Koma dan Butet, yang sudah terbiasa mengemas kritikan sebagai tontonan yang apik). Karena redaksi dan kontributor situs ini (mengharapkan) bayaran dari Gusti Allah, mari dalam pelaksanannya kita pelihara agar selalu berada dalam koridor “berlomba-lomba dalam kebajikan”.

Kehadiran situs srimulyono.net seolah-olah ingin menyaingi situs yang lebih dulu hadir, srimulyani.net. Kedua situs tersebut memang punya sejumlah perbedaan, namun tampaknya sama-sama terinspirasi oleh sosok Sri Mulyani.

Di situs srimulyani.net, pembaca akan membaca secara terang-terangan bahwa Sri Mulyani menjadi ikon dan inspirasi situs bersangkutan. Namun di srimulyono.net, tidak disebut secara eksplisit mengenai sang mantan Menkeu yang kini hijrah ke Bank Dunia itu.

Srimulyono.net coba menghadirkan pembahasan seputar ekonomi sektor riil yang benar-benar berbasis pada masyarakat. Pengamatan detikINET pun, Minggu (10/10/2010),  menangkap ksan bahwa situs tersebut dikelola secara kolaboratif oleh 15 orang. Namun setiap orang dapat mengirim artikel asal sesuai dengan semangat situs yang berpihak pada ekonomi
kerakyatan.

Lihat saja salah satu contoh artikel terbaru di srimulyono.net, yang membahas soal petani rumput laut. Artikel ini membahas tentang perlunya mengelola kekayaan laut untuk kesejahteraan warga masyarakat.

Sedangkan ‘saudarinya’, yakni srimulyani.net, banyak membahas soal etika publik.  Di dalamnya terdapat artikel dan berita tentang topik-topik yang terkait dengan etika publik dan sepertinya malah sedikit saja membahas soal ekonomi.

Tidak diketahui apakah antara pengelola Srimulyono dan Srimulyani ada hubungan. Pastinya, kedua situs ini mengusung misi yang berbeda meski mungkin sama-sama terinspirasi oleh seorang Sri Mulyani.[]rima/qian