Timur Pradopo

HMINEWS.COM- Pencalonan tunggal Komjen Pol Timur Pradopo sebagai calon  Kapolri diduga kuat terlibat dalam  aksi kekerasan dan pelanggaran HAM pada mahasiswa Trisakti pada tahun 1998.  Pasalnya Timur pada waktu kerusuhan 98 menjabat sebagai Kapolres Jakarta Barat. Bagi sebagian kalangan Timur dinilai hanya menjalankan perintah pengamanan dari pimpinan ABRI.

“Sebenarnya di tingkat Polres hanya mengikuti garis komando dari Kodim, Kodam atau bahkan Cilangkap tempat markas besar ABRI,” ujar Koordinator Kontras Usman Hamid saat dihubungi detikcom, Selasa (5/10/2010) pagi.

Usman menjelaskan bahwa peristiwa penembakan di Trisakti adalah bagian dari konsekuensi tindakan pimpinan ABRI yang melakukan pelarangan mahasiswa keluar dari kampus, dan petugas di lapangan mendapatkan perintah untuk mengambil tindakan apapun dari pelanggaran yang dilakukan oleh mahasiswa. “Tanggung jawab dan kendali komando ada di ABRI tetapi polisi di bawah militer meskipun dalam situasi normal,” kata Usman.

Tetapi kata Usman, Kapolres Jakarta Barat yang saat itu dipimpin Timur tetap mengetahui adanya penembakan terhadap mahasiswa Trisakti. “Kapolres hanya membawahi Jakarta Barat dalam konteks komando lapangan yang bertanggung jawab, dan Kapolres ada di lapangan saat penembakan,” jelasnya.

Oleh karenanya perlu ada  klarifikasi dari Komnas HAM dan Kompolnas tentang catatan palanggaran HAM saat dilakukan uji kelayakan dan kepatutan di terhadap Timur Pradopo di DPR nanti, saran Usman

Jika Timur dipercaya untuk menduduki jabatan sebagai Kapolri, Timur dituntut untuk mengharmoniskan hubungan dengan lembaga-lembaga di luar Kapolri semisal PPATK dan KPK, dimana kasus-kasus besar “Seperti kasus rekening dan transfer dana yang tidak jelas kepada rekening pejabat Polri mendesak untuk diselaikan,” terangnya.

Sebagaimana diberitakan, Terpilihnya mantan Kapolda Metro Jaya ini cuma beberapa jam saja setelah dia mendapatkan kenaikan pangkat dan menduduki posisi baru sebagai Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan pada Senin (4/10/2010) kemarin.[]dtk/dni