Surat SBY untuk PM Belanda

HMINEWS.COM- Tuntutan organisasi RMS yang meminta pengadilan di Den Haag menangkap Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), rupanya membuat SBY berpikir ulang dan membatalkan kunjungan ke negeri kincir angin tersebut.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengirim surat kepada Perdana Menteri Belanda Jan Peter Balkenende. Dalam surat itu, Presiden menjelaskan alasan penundaan kunjungan ke negara kincir angin itu.

Berikut isi surat Presiden lengkap yang diterima VIVAnews Selasa sore, 5 Oktober 2010 :

Saya menyurati untuk menyampaikan keputusan saya, menunda kunjungan kenegaraan saya ke Belanda yang semula direncanakan berlangsung dari tanggal 5 Oktober sampai 9 Oktober 2010. Keputusan untuk menunda ini terkait proses pengadilan di Den Haag yang mengangkat isu hak asasi manusia di Indonesia dan juga permintaan penangkapan Presiden Republik Indonesia selama kunjungan kenegaraan.

Seperti Yang Mulia Perdana Menteri menyadari sepenuhnya, kunjungan ini adalah untuk menghormati undangan oleh Ratu Beatrix. Kunjungan tersebut juga bertujuan untuk meningkatkan hubungan yang positif, terhormat, dan saling menguntungkan.

Namun, saya pandang bahwa proses pengadilan dapat membuat situasi yang tidak kondusif bagi upaya bersama dalam meningkatkan hubungan. Selain itu, proses pengadilan dan putusannya bisa dianggap negatif oleh rakyat Indonesia. Tidak hanya akan merusak hubungan dua pemerintah, tapi juga rakyat kita.

Dengan pemikiran ini dan untuk menjamin hubungan bilateral Indonesia dan Belanda, saya telah memutuskan untuk menunda kunjungan ini. Waktu kunjungan akan ditetapkan berdasarkan pertimbangan dan perkembangan pengadilan dan putusannya.

Sampaikan penghormatan tertinggi saya kepada Yang Mulia Ratu serta penyesalan saya atas ketidaknyamanan karena penundaan ini.

Saya harap Yang Mulia menerima pertimbangan saya ini.

Presiden Republik Indonesia

DR. H. SUSILO BAMBANG YUDHOYONO