Presiden SBY

HMINEWS.COM- Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dikabarkan sudah bulat menimbang-nimbang dua nama calon Kapolri yang disodorkan Jenderal Bambang Hendarso Danuri. Gara-gara manuver Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie, Presiden SBY berubah pikiran. Benarkah?

Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri telah mengajukan dua nama calon pengganti dirinya yang akan pensiun Oktober ini. Keduanya ialah Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Komjen Nanan Soekarna dan Kepala Lembaga Pendidikan Kepolisian Komjen Imam Sudjarwo yang disebut-sebut orang dekat Istana.

Sumber INILAH.COM di lingkaran Istana mengungkapkan, Presiden SBY tengah mempertimbangkan salah satu dari dua nama tersebut untuk diajukan sebagai calon Kapolri kepada DPR sore ini. Namun, di detik-detik terakhir, nama yang muncul dan disebut-sebut menjadi calon alternatif ialah Kepala Badan Reserse dan Kriminal Mabes Polri Komjen Ito Sumardi.

Menurut sumber itu, munculnya nama Ito bukan lantaran Presiden SBY merespons kritik publik yang terkesan resisten dengan Imam Sudjarwo lantaran dinilai berbau nepotisme atau pertemanan. Dukungan publik dan internal Polri sejauh ini lebih condong ke Nanan.

“Konstelasi berubah setelah dua calon itu dipanggil dan menemui Pak Ical (Aburizal Bakrie). Presiden sepertinya tidak berkenan karena pertemuan itu dinilai untuk mencari dukungan politik,” ujar sumber itu, Senin (4/10).

Secara terpisah, orang dekat Nanan Soekarna  membantah bahwa  Nanan menemui Ical yang juga Ketua Sekretariat Gabungan Partai Koalisi Pendukung Pemerintah itu untuk meminta dukungan.

“Kemungkinan bertemu dalam acara resmi mungkin saja. Beliau sebagai Irwasum kan sering diminta mendampingi Kapolri dalam suatu acara. Tapi, beliau tidak pernah bertemu khusus untuk meminta dukungan politik apapun, termasuk kepada Pak Ical,” ujar orang dekat Nanan.

Pekan lalu, Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum menyindir agar kalangan partai politik untuk tidak bermanuver politik yang mengesankan seolah-olah punya andil dalam pemilihan Kapolri. Dia juga mengingatkan para calon Kapolri tidak melakukan safari politik untuk mencari dukungan parpol.[]rima/ham