Timur Pradopo

HMINEWS.COM- Terpilihnya Timur  Pradopo sebagai calon tunggal Kapolri tidak disangka-sangka. Sebab, nama calon kapolri yang selama ini santer terdengar adalah Komjen Pol Nanan Soekarna dan Komjen Pol Imam Sudjarwo. Gelagat Presiden SBY memilih Timur bisa dilihat dari pelantikan Timur dari Kapolda Metro Jaya menjadi Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan (Kabaharkam), Senin (4/10) sore.

Di detik-detik terakhir penyerahan nama calon Kapolri ke Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Timur naik pangkat dari bintang dua menjadi bintang tiga. Persyaratan sebagai calon kapolri terpenuhi.

Tetapi di balik pencalonan Komjen Pol Timur Pradopo sebagai Kapolri, muncul aroma tak sedap. Pihak Istana dituding memiliki ‘saham besar’ dalam pencalonan mantan Kapolda Metro Jaya itu. Dengan saham besar yang ditanam, Istana bakal menuntut ‘deviden’ yang besar pula. Targetnya, kepentingan Istana bisa aman sampai 2014.

Demikian dikatakan anggota Fraksi Partai Golkar, Bambang Soesatyo, kepada INILAH.COM, Selasa (5/10). “Sangat terlihat bagaimana Istana memberi saham besar dalam promosi Timur Pradopo untuk jadi Kapolri. Kalau sahamnya besar tentu kepentingan deviden yang diminta besar. Kalau kecil, tuntutannya kecil juga,” ujarnya.

Karena itu, Bambang mewanti-wanti Timur jika terpilih jadi Kapolri nanti agar tidak menjadi pelayan penguasa, namun harus menjadi pelayan publik. []inilah/dni