illustrasi

HMINEWS.COM- Pengamanan ekstra ketat tetap dilakukan kepolisian. Pengamanan sidang lanjutan empat terdakwa kasus keributan di klub malam Blowfish, City Plaza, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Senin (11/10/2010), tidak berubah dengan pengamanan sidang sebelumnya.

Kepala Polres Jakarta Selatan, Kombes Gatot Edy, di lingkungan pengadilan mengatakan, pihaknya tetap mengerahkan 900 personel dari Polda Metro Jaya, Polres Jaksel, dan berbagai Polsek. Selain itu, ikut dikerahkan 128 anggota TNI. Petugas kepolisian berjaga di dalam dan di sekitar pengadilan hingga beberapa kilometer dari pengadilan.

Pantauan Kompas.com, sebagian personel berjaga lengkap dengan senjata api laras panjang. Sebagian lagi membawa gas air mata maupun tameng. Tak hanya itu, dua kendaraan taktis jenis baraccuda serta dua water cannon tetap disiagakan di lokasi.

Pengamanan ekstra ketat juga diberikan kepada empat terdakwa, yakni David Too Too, Rando Lili, Konor lolo, dan Bernadus Malelak Al Nadus. Mereka dibawa dari rumah tahanan Kelas I Cipinang, Jakarta Timur, ke PN Jaksel dengan Baraccuda. Rantis itu juga dikawal anggota yang membawa satu mobil dan belasan motor pengawal lengkap dengan senjata api.

Pada sidang pekan lalu, agenda sidang hanya mendengarkan keterangan satu saksi. Enam saksi yang dipanggil jaksa penuntut umum (JPU) tidak hadir dengan alasan keamanan. Hakim lalu memerintahkan JPU agar menghadiri seluruh saksi yang dipanggil. Pasalnya, kepolisian telah menjamin keamanan seluruh pihak.

Pengerahan seribuan pasukan itu terkait bentrokan kelompok pendukung terdakwa dengan kelompok pendukung korban kericuhan Blowfish dua pekan lalu. Kedua kelompok saling serang dengan parang, ketapel, batu. Bahkan, dari kelompok pendukung terdakwa menembakkan senjata api. Akibatnya, tiga orang tewas dan belasan orang luka-luka.[]kompas/rima