Nasib ABK Djakarta Lloyd Siapa Peduli?

HMINEWS.COM- Para anak buah kapal milik PT Djakarta Lloyd, KM Pontianak dan KM Makassar, hingga kini masih tertahan di Pelabuhan Singapura hingga lebih dari setahun akibat kasus gagal bayar perseroan dengan kreditur Australian National Line. Mereka terus menantikan penyelesaian secepatnya dan mengharapkan agar pihak manajemen memberi perhatian khusus atas kasus ini.

Nahkoda KM Pontianak Kapten Erwin Zein di wilayah perairan Singapura saat dihubungi Media Indonesia dari Jakarta, Senin (11/10). “Kami semua ditahan karena utang, setahu kami, kasus ini masih diproses di sidang karena ANL telah naik banding di pengadilan,” ujar Erwin.

Menurutnya, sudah sejak Juni 2009, KM Pontianak ditahan beserta seluruh 14 awak kapal di dalamnya. Adapun KM Makassar dengan 15 ABK sudah lebih dulu ditahan sejak Februari 2009.

Sejak saat itu, dia beserta seluruh awak kapal pun hahya bisa di atas kapal dan menjaga kapal. Nasib mereka kian memprihatinkan karena gaji tidak dibayarkan sejak Agustus 2010.”Kami harapkan ada penyelesaian secepatnya agar kami dapat pulang ke anak-istri. Sudah setahun lebih ini kami terkatung-katung,” ujarnya.[]MI/qian