illustrasi

HMINEWS.COM- Kapolres Pemalang AKBP Sofyan Nugroho mengatakan hingga saat ini korban meninggal dunia dalam peristiwa tabrakan kereta api eksekutif Argo Anggrek dan kereta api Senja Utama telah berjumlah 33 orang. Sudah 33 orang tewas, mengenaskan, dan jumlah itu bisa bertambah.

Hal itu disampaikan oleh Kapolres Pemalang AKBP Sofyan Nugroho di Pemalang, Sabtu. Menurutnya dari peristiwa tabrakan Kereta Api (KA) Senja Utama dengan Argo Anggrek di lintasan Desa Jatimulyo, Kecamatan Petarukan, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, Sabtu, mengakibatkan sedikitnya 26 orang tewas.

“Sampai sekarang ada 26 yang meninggal dunia dan dievakuasi ke sejumlah rumah sakit,” kata Kepala Kepolisian Resor Pemalang, AKBP Sofyan Nugroho di Pemalang, Sabtu.

Dirinya juga menyatakan kemungkinan masih akan ditemukan korban lainnya di tengah evakuasi yang terus dilakukan petugas terhadap kereta nahas itu. Sementara itu para korban dievakuasi antara lain ke RS Santa Maria, RS Ashari, dan RS Islam Pemalang.

Keterangan yang dihimpun, KA Senja Utama jurusan Jakarta-Semarang sedang berhenti di sekitar 100 meter sebelah barat Stasiun Petarukan. Kereta Argo Anggrek yang melaju dari arah yang sama menabrak bagian belakang KA Senja Utama.

Gerbong 9 KA Senja Utama hancur, sedangkan gerbong 6 terbalik dan keluar dari rel. Seorang korban selamat yang juga warga Ungaran, Kabupaten Semarang, Rio Tamtomo (20), mengaku, sedang tertidur saat terjadi kecelakaan.

“Saya kaget karena sedang tertidur, sempat terpental ketika terjadi tabrakan,” katanya. Para penumpang, katanya, kemudian berhamburan keluar kereta. Hingga sekitar pukul 06.25 para petugas penyelamat masih mengevakuasi korban, sedangkan perjalanan kereta di jalur itu terhenti.

Kereta Api Eksekutif Argo Anggrek jurusan Jakarta-Surabaya menabrak kereta api bisnis Senja Utama tujuan Semarang di Pemalang, Jawa Tengah.

“Gerbong terakhir Senja Utama terguling, yaitu 9,” ujar seorang penumpang Argo Anggrek, Heri, di Petarukan, Pemalang, Sabtu dini hari.

Akibatnya lima orang luka-luka berhasi; diselamatkan dan tiga korban telah dilarikan ke rumah sakit terdekagt

Saat ini, kondisi di sekitar lokasi gelap dan masih terbatas untuk mengevakuasi serta membutuhkan alat berat karena diduga banyak penumpang terjepit.

Kereta Senja Utama Semarang sengaja berhenti untuk memberi kesempatan Kereta Argo Bromo Anggrek melaju lebih dahulu.

Namun, Argo Anggrek justru menabrak Senja Utama hingga gerbong belakang keluar jalur. (ant/bay)

Sementara sejumlahg korban tewas dibawa ke rumah sakit Santa Maria, Rumah Sakit Islam Pemalang dan Rumah Sakit Umum Daerah Pemalang.

Menurut petugas rumah sakit Santa Maria, Pemalang, Mahmud mengatakan jumlah korban terus berdatangan.

“Korban saat ini telah dievakuasi ke sini, dan jumlahnya terus bertambah. Kami masih mendatanya,” ujarnya.

Dia tidak berani mengungkapkan jumlah orang meninggal dunia dan luka di RS Santa Maria. “Jumlah yang luka-luka sudah saya data sudah belasan. Yang di ruang jenazah belum didata,” ujarnya.

Menurut polisi dari Polsek Petarukan, Bripka Cecep, di lokasi kejadian, petugas Polsek dan warga sedang mengevakuasi para korban.

“Saat ini, kami sedang melakukan evakuasi dan belum tahu ada berapa jumlah korban,” ujarnya.

Saat ini, kondisi di sekitar lokasi gelap dan masih terbatas untuk melakukan evakuasi serta dibutuhkan alat berat karena diduga banyak penumpang terjepit.

Kejadian itu bermula ketika Kereta Senja Utama Semarang berhenti untuk memberi kesempatan Kereta Argo Bromo Anggrek untuk melaju lebih dahulu, namun Argo Anggrek justru menabrak Senja Utama hingga gerbong belakang keluar jalur.[]rima