illustrasi

HMINEWS.COM- Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Tundjung Inderawan menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh pengguna kereta api (KA) dan berduka cita untuk para korban dalam kecelakaan KA di Pemalang, Jawa Tengah.

“Saya mohon maaf kepada seluruh korban kecelakaan KA di Pemalang,” kata Tundjung yang dihubungi dari Jakarta, Sabtu (2/10/2010) saat akan meninjau lokasi kecelakaan.

Kecelakaan maut ini, menurut Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Tundjung Inderawan kepada VIVAnews, Sabtu 2 Oktober 2010, termasuk kejadian langka.

“Kecelakaan karena sundulan ini peristiwa yang jarang terjadi. Makanya kita akan lihat secara detil penyebab di lapangan,” kata Tundjung yang sedang dalam perjalanan menuju lokasi

KA Eksekutif Argobromo  Anggrek jurusan Jakarta-Surabaya bertabrakan dengan KA bisnis Senja Utama tujuan Semarang di Pemalang, Jawa Tengah pada Sabtu dini hari.

Hingga saat ini dilaporkan 33 korban meninggal dunia sedangkan 10 lainnya luka berat dan enam luka ringan. Umumnya yang luka-luka itu mengalami patah tulang atau kaki.

Kereta Argo Anggrek jurusan Jakarta-Surabaya yang melaju dari arah yang sama sekitar pukul 03.00 WIB menabrak bagian belakang KA Senja Utama.

Gerbong ke-9 KA Senja Utama hancur, sedangkan gerbong ke-6 terbalik dan keluar dari rel. Seluruh gerbong Senja Utama yang tidak rusak telah ditarik ke Semarang.[]kompas