HMINEWS.COM, JAKARTA – Seperti halnya masyarakat lainnya yang masih harus mengurusi hajat hidupnya, ahmad diduga menglami depresi terkait dengan kondisi sosial saat ini. Sementara para pesohor bangsa sibuk dengan kepentingannya sendiri, masyarakat disuguhi pemberitaan-pemberitaan yang menyesakkan dada.

Mulai dari kasus pleserirannya para penjabat, kasus kerusuhan dimana-mana, Presiden yang terus tebar pesona  penambakkan tersangka teroris di depan anak istrinya, serta banyak lagi penderitaaan yang harus di tanggung masyarakat bawah.

Komisi III DPR sendiri meragukan Ahmad, pembawa bom rakitan di sepeda yang meledak di Kalimalang, Bekasi, kemarin, terkait jaringan terorisme. Ahmad dinilai bertindak perseorangan dengan motif tersendiri.

“Saya tidak melihat itu sebagai teroris. Itu hanya balas dendam,” kata Wakil Ketua Komisi III Aziz Syamsuddin melanjutkan.

Hal senada disampaikan anggota Komisi III Nasir Jamil. Dia menengarai aksi peledakan bom Kalimalang dimaksudkan untuk menunjukkan ketidaksiapan polisi dalam mengatasi aksi teror di masyarakat.

Menurut Nasir, ada dua kemungkinan yang terjadi terkait aksi tersebut. Pertama, Ahmad adalah warga yang kurang sehat secara rohani. Kedua, ada kelompok tertentu yang memanfaatkan Ahmad untuk mengacaukan situasi.

“Kalau saya sependapat dengan para pengamat bahwa Ahmad itu bukan teroris. Letupan ini hanya untuk mengganggu konsentrasi. Mereka ingin mengatakan polisi tidak siap, polisi tidak mampu menjaga keamanan,” ujar Nasir saat dihubungi terpisah.

Akan tetapi, Nasir tetap meminta pemerintah khususnya Polri melakukan langkah cepat menindaklanjuti kasus ini. “Pemerintah harus lebih sigap, ini kasus serius, tidak boleh dianggap sepele,” tegasnya.

Semoga cerita tentang terorisme yang gencar diblow-up media tidak melahirkan teroris-teroris baru.[OMG]