Nurcholish Madjid Society: Krisis Kewibawaan Melanda Para Elite Penguasa Karena Serakah & Tidak Berkarakter

HMINEWS.COM- Indonesia yang adil dan makmur merupakan cita-cita Cak Nur (Nurcholish Madjid) dan masyarakat kita. Namun  karena sakit, Cak Nur tidak bisa menemani  rakyat lebih lanjut dalam mencapai cita-cita mulia tersebut. Sementara Indonesia kini mengalami krisis kepemimpinan yang berwibawa dan berkarakter.

Omi Komaria Madjid, Dr Mahfud MD, Dr Djohan Effendi, Dr Yudi Latif, dan Dr Zainun Kamal menyampaikan hal  itu  ketika membuka halal bihalal  Nurcholish Madjid Society (NCMS) dengan tema ‘’Kembali kepada Fitrah Bernegara’’, di Jakarta, Kamis malam (30/9/10).

Hadir dan berbicara dalam acara itu Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD, Dr Djohan Effendi, Dr Yudi Latif, dan Dr Zainun Kamal, dalam acara yang dihadiri kalangan mahasiswa, pers, masyarakat dan kaum muda.

Untuk mencapai cita-cita proklamasi yang digemakan para pendiri bangsa (Founding fathers), maka harus ada pemimpin yang berwatak, asketis, komit dan konsisten dalam kehidupan berbangsa bernegara. ‘’Sekarang ini kita kesulitan mencari pemimpin yang asketis dan konsisten.

Terjadi krisis kewibawaan para penguasa karena mereka serakah, tidak berkarakter atau istilah sekarang tidak punya integrias. Pemimpin yang berkarakter mudah ditemui pada para pendiri bangsa kita, namun sekarang yang muncul penguasa yang serakah kekuasaan dan kebendaan, tidak asketis dan tidak berwatak,’’kata Djohan Effendi, cendekiawan Muslim dan mantan Sekretaris Negara.

Yudi Latif, cendekiawan Muslim, menegaskan demokrasi liberal dewasa ini tidak substantif, dan tidak  bermanfaat bagi  kesejahteraan rakyat. ‘’Para pendiri  bangsa seperti Soekarno-Hatta-Sjahrir menyadari bahwa demokrasi perwakilan yang lebih sesuai dengan budaya dan kondisi kita, yang  dipilih, ketimbang demokrasi liberal yang amat mahal seperti saat ini, yang terbukti gagal menciptakan kesejahteraan dan keadilan karena nyaris tidak ada pemimpin yang berkarakter,’’  katanya.[]rima/ham