foto: tribunnews.com

HMINEWS.COM- Innalillahi wa Inna Ilaihi Raaji’un. Telah meninggalkan kita untuk selamanya sang juru kunci Gunung Merapi, Mbah Maridjan untuk selama-lamanya. Jenazahnya ditemukan dalam posisi sedang bersujud di dalam kamarnya. Berita duka ini membuat kita merasa kehilangan terutama warga di sekitar gunung merapi sendiri.

Atas kepergianya, kita hanya bisa mendoakan agar segala amal bahtinya selama di dunia diterima Sang Pencipta Jagat Raya dan namanya tetap diharumkan sebagai juru kunci Gunung Merapi yang amat mematikan itu. Selamat jalan Mbah Maridjan, namanu tetap abadi!

Dilihat dari tayangan eksklusif TV One, mayat Mbah Maridjan dibungkus dengan kantong jenazah warna kuning, dan digotong tim evakuasi. Padahal kabar sebelumnya mengabarkan Mbah Maridjan dalam keadaan selamat meski kondisi tubuhnya makin lemas akibat kepulan asap tebal merapi yang menyelimuti rumahnya.

Lokasi kediaman Mbah Maridjan di Kinahrejo, Umbulharjo, Cangkringan, Sleman hanya berjarak lima kilometer dari puncak letusan Gunung Merapi. Hal ini sangat mengancam keselamatan Mbah Maridjan.

Awan panas atau disebut ‘wedus gembel’ sudah menyelimuti wilayah itu. Kemarin malam, Mbah Maridjan sempat ditemui tim evakuasi. Ketika diajak meninggalkan rumahnya, ia menolak

Sebagai juru kunci, Mbah Maridjan tak pernah mau meninggalkan Gunung Merapi. Lelaki renta berusia 83 tahun ini pernah mengatakan, “Kalau saya ikut ngungsi akan ditertawakan anak ayam.”[]dni