Di Bogor, 50 Al-Quran Dibakar (foto:irib)

HMINEWS.COM- Lebih dari 50 Al-Quran dibakar di Kampung Cisalada, Desa Ciampea, kawasan pemukiman jama’ah Ahmadiyah. Al-Quran yang dibakar sama seperti Al-Quran yang digunakan umat Islam di seluruh dunia. Kejadian itu terjadi pada Jumat (3/10) sekitar pukul 19.30 WIB.

Situs Indonesia buku, mengutip bingkai merah Indonesia melaporkan, peristiwa itu tidak mendapatkan perhatian dari media-media manistream. Padahal sebelumnya, media-media massa gencar memberitakan wacana pembakaran Al-Quran di Amerika.

Pembakaran Al-Quran merupakan bagian dari aksi penyerangan yang dilakukan sekitar 30 remaja ke arah Masjid At-Taufiq, pusat peribadahan jama’ah Ahmadiyah di Kampung Cisalada. Masjid itu pun tidak luput dari pembakaran.

Seorang  remaja yang tertangkap saat membakar Al-Quran mengaku berasal dari Kampung Pasar Selasa, berdekatan dengan Kampung Cisalada. Pelaku mengatakan disuruh oleh orang-orang dewasa di daerahnya. Menurut remaja itu, yang mengorganisir mereka berinisial LUK alias KOP.

Dua jam kemudian penyerangan kedua berlangsung. Sekitar 300 remaja dan dewasa dari beberapa kampung menyerang lebih beringas. Sekitar 32 rumah dirusak dan dijarah. Sebagian rumah habis dibakar. Termasuk gedung Madrasah Al-Munawaroh dan tempat tinggal Mubaligh. Sebelumnya, pelaku memadamkan listrik, membuat penerangan di kampung padam total.

Penyerangan kedua terjadi karena adanya isu soal penusukan ke salah satu pelaku yang dituduhkan ke jama’ah Ahmadiyah saat penyerangan pertama.

Warga Ahmadiyah mengharapkan adanya penegakan hukum atas kasus itu, dan jaminan kebebasan dalam beribadah. Sebab, sejak tahun 2000 orang-orang yang melakukan penghinaan dan perusakan berbasis agama di Kampung Cisalada belum pernah ditindak tegas secara hukum oleh pemerintah. IRIB/Indonesiabuku/dni