Mbah Maridjan Religius dan Romantis

HMINEWS.COM- Rencananya hari ini Mbah Maridjan akan di makamkan di Srungen, Telagasari, Cangkringan, Sleman bersama dengan dua kerabat yang lain. Sebelum dimakamkan Mban Maridjan terlebih dulu disholatkan di Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta.

“Sudah kami siapkan untuk persalatan Mbah Maridjan bersama jenazah korban lain jika menginginkan,” ujar Rektor UII Edy Suandi Hamid di RS Sardjito, Yogyakarta, Kamis (28/10/2010).

Menurut Edy, Mbah Maridjan memiliki kedekatan khusus dengan UII. Selain itu, salah seorang anaknya yang bernama Asih, bekerja di universitas tersebut.

Duka pun  menyelimuti seluruh masyarakat Indonesia. Istri Mbah Maridjan, Ponirah nampak syok. Ketika keluar dari ruang forensik, ia harus dipapah dua orang.

Saat diwawancara, Ponirah hanya menjawab sambil sesenggukan, “sampun dipendet, kulo ikhlas..ikhlas..ikhlas.” Artinya, “sudah diambil, saya ikhlas..ikhlas..ikhlas”.

Menurut informasi dari sejumlah kerabat, Mbah Maridjan tergolong romantis. Ia tak mau dekat-dekat dengan perempuan, agar sang istri tidak cemburu.

Selain Romantis Mbah maridjan juga dikenal sebagai sosok yang sangat religius. Setiap suara adzan berkumandang dari masjid yang terletak tak jauh dari rumahnya, Mbah Maridjan langsung bergegas ke masjid meskipun sedang ada tamu misalnya. Para tamu harus menunggu simbah selesai salat berjamaah, atau sekalian ikut salat di masjid.

Bahkan, saat para warga Dusun Kinahrejo diungsikan, Selasa (26/10/2010), Mbah Maridjan malah memilih tirakat di dalam masjid, berharap agar tidak terjadi bencana di kampung halamannya.

Menurut kerabat dekat Mbah Maridjan, Tutur Wiyarto, Mbah Maridjan adalah sosok yang religius. “Beliau orangnya tidak klenik loh, justru muslim yang sangat taat,” kata Agus saat diwawancarai tvOne, Rabu (27/10/2010) kemarin petang.

Jika tiba waktu salat Dzuhur, Mbah Maridjan langsung ke masjid, setelah itu pria renta ini melakukan aktivitasnya sehari-hari yaitu mencari rumput untuk sapi ternaknya, dan baru pulang di sore hari.

Bersama Ponirah, istrinya, Mbah Maridjan memiliki empat orang anak. Mbah Anjungan, Raden Ayu Surjuna, Raden Ayu Murjana, dan Raden Mas Kumambang.

Kini Mbah Maridjan telah tiada. Jasa-jasanya akan selalu dikenang sebagai penjaga Gunung Merapi Sampai akhir hayat. Selamat Jalan Mbah Maridjan.[]berbagai sumber/qi