Dr. Seyyed Ahmad Fazeli, Direktur The Islamic College (IC)

Jakarta, HMINEWS.Com – Masih minimnya teori-teori ilmu pengetahuan yang berasal dari pemikir-pemikir Indonesia, ternyata menjadi perhatian serius Prof. Dr. Seyyed Ahmad Fazeli, Direktur The Islamic College (IC). Hal ini disampaikannya saat perbincangan dengan HMINEWS.Com, di kantornya, di kawasan Jakarta Selatan (29/09).

Dia menuturkan, bahwa salah satu tantangan pendidikan di Indonesia adalah, pemikir-pemikir di Indonesia belum sampai pada teoriawan, yang menciptakan teori. Akan tetapi, pemikir-pemikir di Indonesia masih merujuk pada teori-teori barat. “Jadi, pemikir-pemikir Indonesia harus melakukan ijtihat untuk menghasilkan teori, yang mungkin nanti akan diikuti oleh pemikir-pemikir lain”, katanya.

“saya berharap kedepan teori-teori itu tidak kita ambil dari barat, tapi kita buat sendiri. Apalagi Indonesia sebagai negara muslim terbesar di dunia, dan insyaallah kita bisa memproduksi teori-teori itu sendiri” tambahnya.

Menurutnya, jika pemikir-pemikir Indonesia bisa membuat teori sendiri, maka kedepan Indonesia tidak lagi melihat ke barat. Akan tetapi justru menjadi rujukan ilmu pengetahuan. “apa salahnya jika kita membuat teori sendiri. Paling tidak jika teori itu ada di Indonesia, maka mereka pun harus belajar bahasa Indonesia”, ungkapnya.

Meskipun demikian, dia mengatakan, bahwa ini adalah hal yang tidak mungkin bagi sebahagian orang Indonesia. “ini mungkin menjadi uthopi. Tapi saya yakin, karena pelajar Indonesia punya karakter tersendiri yang jika kita bina akan menjadi potensi yang sangat baik”, katanya meyakinkan.[]adi