Mataram, HMINEWS- Demonstrasi puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam di depan Kantor Gubernur Nusa Tenggara Barat, Rabu siang (27/10/2010), dengan agenda penolakan terhadap program konversi minyak tanah ke elpiji, diwarnai kericuhan.

Para mahasiswa yang dikoordinir Wijoyo dan Ilham Semili, sempat bentrok dengan aparat kepolisian yang membentuk pagar betis di pintu gerbang Kantor Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB).

Bentrokan fisik itu diawali dengan aksi saling dorong yang lebih dulu dilakukan sejumlah mahasiswa hingga memicu amarah aparat kepolisian yang kemudian balik mendorong.

Aksi saling dorong itu terjadi karena tidak ada kesesuaian pendapat antara kelompok mahasiswa dengan polisi yang membatasi jumlah mahasiswa yang akan menemui pejabat Pemerintah Provinsi NTB terkait aspirasi penolakan konversi minyak tanah ke elpiji itu.

Meski tidak ada korban luka-luka, polisi sempat mengamankan koordinator lapangan Ilham Semili dan dua orang rekannya yang bersikeras hendak menerobos pintu gerbang Kantor Gubernur NTB itu.

Kelompok mahasiswa kemudian membubarkan diri sambil berteriak, namun beberapa diantaranya kembali ke lokasi aksi massa untuk menghimpun bendera organisasi yang ditinggalkan saat berhamburan kabur dari lokasi tersebut saat terjadi bentrokan.

Kapolsek Mataram AKP Arief Yuswanto, terlibat langsung menghalau bentrokan tersebut hingga situasi terkendali.

“Sudah aman, silahkan para mahasiswa membubarkan diri dan kembali ke kediaman masing-masing,” ujarnya sambil merangkul mahasiswa yang masih bersikeras hendak melanjutkan aksi massa itu.

Sebelum beraksi di depan Kantor Gubernur NTB itu, kelompok mahasiswa HMI NTB itu lebih dulu menggelar mimbar bebas di simpang empat Jalan Langko-Udayana-Airlangga-Pejanggik, dan di depan gedung DPRD NTB.   

Mereka menyatakan menolak konversi minyak tanah ke gas elpiji yang akan segera diimplementasikan di wilayah NTB yang diawali di Pulau Lombok dan akan dilanjutkan di Pulau Sumbawa tahun 2011.

Sebelumnya, Pertamina Depo Ampenan menyatakan akan segera mendistribusikan tabung gas elpiji tiga kilogram terkait program konversi minyak tanah ke gas di wilayah NTB yang direncanakan akan dimulai akhir Oktober atau awal Nopember mendatang.

“Pertamina segera distribusikan tabung gas elpiji tiga kilogram beserta isinya jika berbagai persiapan telah dirampungkan,” kata Wira Penjualan Rayon XI PT Pertamina Depo Ampenan Jimmy Wijaya, usai rapat koordinasi di Kantor Himpunan Wiraswasta Nasional (Hiswana) Minyak dan Gas (Migas) Nusa Tenggara Barat (NTB).

Gubernur NTB pun sudah mengesahkan penetapan HET elpiji di wilayah NTB yang mengacu kepada Surat Menteri Dalam Negeri Nomor 541/3398/SJ tanggal 17 September 2009 perihal Rekomendasi HET Elpiji Tiga Kilogram. [] Ant/lk