Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X

HMINEWS.COM, Yogyakarta- Sri Sultan Hamengku Buwono X yang juga  Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memberikan ultimatum kepada  pemerintah pusat untuk menggelar referendum di Yogyakarta.  Hal ini untuk melihat kemauan rakyat DIY tentang penetapan atau pemilihan dalam memilih gubernur mendatang.

Demikian dikatakan Sri Sultan selasa (28/9/2010) di Yogyakarta. “Dari pada ribut dan pemerintah juga tidak berani membuat keputusanm, kalau berani, pemerintah pusat menggelar referendum saja. Biar rakyat yang menentukan sikap politiknya terkait penetapan atau pemilihan dalam memilih gubernur DIY ke depan.

Sultan menegaskan, referendum menjadi pilihan yang tepat untuk mengerti kehendak rakyat. paslanya, pemilihan atau penetapan adalah proses demokratisasi. Oleh karena itu, untuk memilih apakah melalui penetapan atau pemilihan, juga menjadi hak rakyat.

Usulan resmi terkait permintaan referendum belum secara resmi diajukan Sultan. Tetapi wacana referendum ada karena sampai sekarang Rancangan Undang-Undang Keistimewaan (RUUK) DIY tidak kunjung tuntas.

“Referendum masih sebatas usulan. Jadi, belum sampai berbicara tentang teknis, apalagi soal pendanaan,” jelasnya.

Masalah pemilihan atau penetapan dalam memilih gubernur DIY sepenuhnya hak rakyat. Tetapi, dirinya akan membicarakan soal ijab kabul antara Keraton Yogyakarta dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), tegas Raja Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat itu,

Lambatnya penyelesaian RUUK DIY, kata dia, lebih pada alasan demokratisasi. Pada saat pembahasan yang pernah dilakukan, sembilan fraksi sebenarnya sudah setuju penetapan, dan hanya satu faksi yang tidak setuju. “Tetapi, pada akhirnya pembahasan dipending, dan bukan divoting,” katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPD RI Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas mengatakan pihaknya akan mengajukan hak interpelasi dalam waktu dekat ini. “Kami harap hak interpelasi sudah bisa terlaksana Oktober mendatang,” katanya.[]metrotv/dni