HMINEWS.COM

 Breaking News

Arti Dialog Antar Iman Untuk Dunia Yang Mengglobal

September 13
20:06 2010

Semua agama harus memberikan ketenteraman dan menawarkan harapan akan hidup yang lebih baik, lebih adil dan lebih egaliter (foto : rnw.nl)

Tareq Oubrou
HMINEWS.COM- Bordeaux, Prancis – Pada masa-masa sekarang ini, sangatlah penting untuk terlibat dalam dialog antariman dan antarbudaya, jika mengingat bagaimana cara dunia kita tengah berkembang. Dengan globalisasi posmodern, ada penurunan kepercayaan terhadap filosofi kemajuan: teori sekuler tentang keselamatan tidak lagi punya jawaban untuk masalah-masalah eksistensial pada masa kita sekarang.

Kemanusiaan tengah berjuang dengan ketidakpastian yang diakibatkan globalisasi ekonomi, batas-batas yang mudah ditembus, dan percampuran budaya dan tradisi karena migrasi, serta alat-alat komunikasi dan transportasi yang semakin canggih.

Adanya perubahan-perubahan ini memungkinkan kemunculan kembali hal yang irasional pada umumnya, dan yang spiritual dan relijius pada khususnya. Sebenarnya, dunia kita – seperti kata sosiolog Amerika Peter Berger – sangatlah relijius.

Saya yakin bahwa dalam iklim penuh pergolakan sekarang, agama menawarkan kemurahan hati, kearifan dan etikarasa transendensi yang mampu menciptakan hubungan yang kuat di antara manusia, melampaui perbedaan-perbedaan mereka. Kita boleh jadi punya keyakinan dan dogma yang berbeda, dan menganut mazhab filsafat dan metafisika yang berbeda, namun saya yakin bahwa kita bisa mempunyai sistem etika yang universal dan pragmatis yang memungkinkan kita hidup bersama.

Detailnya bisa jadi berbeda antara satu tradisi dan lainnya, tapi kita bisa berbuat bersama menuju masa depan yang lebih damai.

Agama bukanlah abstraksi. Dan dialog antaragama intinya adalah sebuah perjumpaan di antara manusia yang berasal dari tradisi agama yang boleh jadi berbeda tapi mempunyai perikemanusiaan yang sama, dunia yang sama, realitas yang sama, dan kadang budaya, kondisi sosial, bahasa, cara berpikir dan minat yang sama.

Suatu etika dalam bertindak bersama karenanya adalah mungkin.

Dialog antarbudaya dan antariman adalah tentang memahami “orang lain”. Dialog ini seharusnya dimotivasi terutama oleh hasrat alamiah untuk berjumpa yang lain, yang berbeda tapi juga serupa dalam banyak hal. Pada akhirnya kita semua adalah bagian dari keluarga besar umat manusia. Kita memang berbeda secara etnis, bahasa, agama, tapi perbedaan-perbedaan inilah yang memperkaya kita.

Al-Qur’an menganjurkan kita untuk saling mengenal: “Kami telah menciptakan kalian laki-laki dan perempuan, dan menjadikan kalian bersuku-suku dan berbangsa-bangsa agar kalian saling mengenal” (QS Al Hujurat: 13). Namun dialog tidak hanya soal saling mengenal.

Dalam suasana tegang masa sekarang, dialog harus menjadi bagian dari strategi geopolitik – bisa juga disebut sebagai strategi “geo-teologis” – yang dapat membantu membangun pemahaman di antara bangsa-bangsa dan ikut mewujudkan perdamaian di antara simpul-simpul masyarakat dan umat manusia.

Tujuan dialog antaragama adalah mencegah ketegangan yang mungkin muncul di antara berbagai komunitas agama. Sebuah strategi geo-teologis bisa merespon ancaman desekularisasi tak terkendali yang tergambar di atas – yang juga adalah ancaman bagi masing-masing agama – dengan mengantisipasi bentuk-bentuk kekerasan dari agama yang memupuk klaim identitas, yang bisa mengobrak-abrik bangunan masyarakat, membahayakan kesatuan nasional dan menyulut konflik di antara bangsa-bangsa.

Karenanya kini sangatlah penting bahwa agama tidak mengubah universalismenya menjadi totalitarianisme – yang justru bisa membahayakan nilai-nilai spiritual yang dijunjungnya.

Semua agama harus memberikan ketenteraman dan menawarkan harapan akan hidup yang lebih baik, lebih adil dan lebih egaliter. Alih-alih saling berkelahi, agama-agama harusnya berjuang bahu-membahu melawan ancaman kekerasan dan kesalahpahaman yang membahayakan kemanusiaan.

* Tareq Oubrou adalah Direktur Masjid Bordeaux dan Presiden Asosiasi Para Imam Prancis. Artikel ini adalah bagian dari seri tentang tokoh agama dan dialog antariman yang ditulis untuk Kantor Berita Common Ground (CGNews).

Sumber: Kantor Berita Common Ground (CGNews), 10 September 2010, www.commongroundnews.org

About Author

Redaksi

Redaksi

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.