HMINEWS.COM

 Breaking News

Tolak Calon Kapolri Kaki Tangan Asing

September 06
14:59 2010

CALON KAPOLRI

HMINEWS.COM- Di Era Orde Baru jika suatu kepentingan ingin menguasai sesuatu maka mereka harus menguasai militer, karena dengan dwifungsi ABRI yang ada pada saat itu memberikan wewenang yang sangat berlebih pada TNI. Jika ingin menguasai suatu lembaga maka harus mampu mengendalikan orang-orang  didalamnya.

Pada Era Reformasi saat ini terjadi suatu perubahan yang drastis dimana runtuhnya orde baru memberikan angin yang terlalu segar bagi kepolisian, anggaran yang terlalu besar hingga pembentukan densus yang menggeser fungsi TNI. Hal yang mengatasnamakan reformasi inilah muncul kepentingan-kepentingan baik dari dalam maupun kepentingan asing, mulai dari rekayasa kasus kriminal hingga sabotase yang menciptakan ketakutan dan kecurigaan terhadap suatu kelompok dan golongan tertentu.

Jika di Era Orde Baru dengan menggunakan asas praduga tak bersalah bahwa Jendral Beni Moerdani menjadi kaki tangan AS paling kuat untuk menguasai ABRI, maka pada saat ini kepentingan tersebut dialihkan kepada KAPOLRI. Ada beberapa orang di tubuh POLRI yang menjadi kaki tangan Amerika Serikat, hal ini dapat dilihat dari tracke recordnya di beberapa kasus yang tak terungkap secara menyeluruh , seperti pertemuan Gorris Merre (kemungkinan calon kapolri saat ini) dengan salah satu terdakwa teroris bom Bali hingga setelah itu muncul nama Abu Bakar Ba’asyir dianggap dalang yang saat itu tak terbukti kebenarannya hingga sekarang.

Jika ingin membuktikan suatu kepentingan yang menggunakan intelijen akan sangat sulit mencari bukti yang kuat, seperti kepentinagan AS di Iran di Era Pahlevi yang terkuak ketika pendudukan para revousioner di kedubes AS dengan dokumen2 yang ada didalamnya.

Alangkah baiknya jika kita mampu mencegah segala kepentingan yang buruk di negeri ini, kecuali kita lebih senang melihat adanya kerusuhan-kerusuhan seperti di Poso atau Ambon dan muncul teroris-teroris baru lalu begitu mudah dan cepat terkuak oleh polisi hingga menciptakan ketakutan dan rasa curiga di tengah masyarakat.[] Akied Mubarak

About Author

Redaksi

Redaksi

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.