Todung Mulya Lubis dijagokan publik menggantikan Hendarman Supandji

HMINEWS.COM- Dua figur praktisi hukum yakni Dr Otto Hasibuan dan Dr Todung Mulya Lubis dinilai layak  dicalonkan sebagai jaksa agung menggantikan Hendarman Supandji.

“Otto dan Todung adalah sosok penasehat hukum yang memiliki integritias dan intelektual handal,” kata Ketua Asosiasi Advokat Indonesia (AAI) Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) Abu Hanifa Pahege di Kendari, Selasa (21/9).

Komitmen dan konsistensi dua figur penasehat hukum kelas internasional tersebut dalam hal penegakan hukum tidak diragukan.

“Sosok yang diharapkan memimpin korps Adhyaksa tidak harus dari kalangan jaksa karir sebagaimana yang diusulkan Jaksa Agung Hendarman Supanji kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono,” katanya. Oleh karena itu, Presiden tidak harus memilih diantara delapan orang jaksa karir yang diusulkan Jaksa Agung.

“Presiden dibantu staf ahli bidang hukum Denny Indrayana diharapkan tidak menutup mata terhadap aspirasi publik tentang siapa figur yang tepat memimpin lembaga pemberantas korupsi tersebut,” harapnya.

Jaksa Agung Hendarman Supandji telah mengusulkan delapan nama jaksa karir sebagai pengganti dirinya, antara lain Darmono (Wakil Jaksa Agung), M Amari (Jaksa Agung Muda Pidana Khusus), Hamza Tadja (Jaksa Agung Muda Pidana Umum) dan Marwan Efendy (Jaksa Agung Muda Pengawasan).

AAI menilai bahwa usul delapan nama jaksa karir sebagai sikap tidak sportif dari jaksa agung dalam memandang figur-figur potensial di negeri ini. Artinya, dalih bahwa jaksa agung harus berpengalaman dalam penyelidikan, menyidik, mendakwa dan menuntut pelaku koruptor maka penasehat hukum pun kenyang dengan pengalaman tersebut.

“Jaksa dan penasehat hukum ibarat dua sisi mata uang yakni sama-sama menegakkan hukum. Sama-sama duduk diruang persidangan menangani perkara,” kata Abu Hanifa.

Ia menambahkan bahwa jaksa agung ke depan harus berani menegakkan hukum, berani melawan intervensi atau tekanan dari pihak mana pun serta berani menindak jaksa nakal. []Mediaindonesia/dni