Jakarta, HMINEWS.COM- Demonstrasi LSM Benteng Demokrasi Rakyat (Bendera) menanggapi pidato SBY malam ini berakhir ricuh. Kericuhan dipicu saat mereka dilarang membakar bendera Malaysia. Akibatnya salah seorang anggota polisi berpakaian preman terkena pukulan tongkat demonstran.

“Kami hanya ingin menyuarakan aspirasi kami. Tolong polisi jangan membela Malaysia,” teriak orator, Mustar Bonaventura di maskar LSM Bendera, Jalan Diponegoro 58, Jakarta, Rabu,(1/9/2010).

Dalam aksinya, mereka berusaha memblokir jalan tapi dicegah polisi. Lantas sekitar 30-an anggota LSM Bendera mengencingi bendera Malaysia. Lantas mereka membakar bendera Malaysia. Upaya ini dicegah oleh Kapolsek Menteng, Kompol Arsdo.

Tanggapi Pidato SBY, LSM Bendera Demo

Sayang, usaha ini mendapat perlawanan dari LSM Bendera sehingga terjadi kericuhan. Sebuah tongkat yang dipegang demosantran pun melayang megenai muka seorang anggota polisi. Lantas, situasi yang semakin memanas membuat polisi mendesak masuk demonstran ke dalam markas LSM Bendera.

Akibat keributan ini, Jalan Diponegoro macet hingga arah Tugu Proklamasi. Namun kini situasi berangsur-angsur reda. Demonstran  hanya bertahan di dalam markasnya untuk melakukan orasi.  “SBY hanya mementingkan kepentingan Malaysia, kepentingan negara sendiri dilupakan,” teriak Bonaventura. []Rima/dni