HMINEWS.COM

 Breaking News

Tahun Depan, Menteri BUMN Obral Bandara Soekarno-Hatta

September 01
12:09 2010

Kita cari cara pengelolaan bandara dengan mencari investasi yang besar untuk meningkatkan bandara Soekarno-Hatta," kata Mustafa

Jakarta, HMINEWS.COM-  Rencana Menteri BUMN Mustafa Abubakar mencari  investor asing untuk ‘’membeli’’ bandara Soekarno-Hatta dikecam banyak pihak sebagai tindakan berkhianat kepada rakyat dan konstitusi.

Ekonom UI Prof Sri Edi Swasono melihat, dengan rencana Meneg BUMN itu, telah terjadi pengambilalihan diam-diam, silent take over atas aset negara. ‘’Kalau Meneg BUMN nekad, maka sebelum diobral dan dikelola asing ganti dulu nama airport kita dengan nama ‘SBY-Budiono’. Ganti dulu nama indonesia dengan Nederlansch-Indie, ganti pula nama TNI dengan KNIL,’’ kata.Sri Edi Swasono, menantu Bung Hatta..

’Amit-amit nekad bener SBY-Boed ini, sampai semua diobral ke asing. Udah gitu Ketua MPR Taufik Kemas bilang ngggak ada neoliberalisme di Indonesia,’’imbuh pengamat Nehemia Lawalata, mantan sekretaris politik Prof Sumitro Djojohadikusumo.

Mustafa Abu Bakar, Menneg BUMN yang ngotot privatisasi bandara nasional itu menuturkan,’’ Modal asing berpeluang Kelola Soekarno-Hatta (Media Indonesia, Selasa (31/8)

Pengamat ekonomi-politik Nehemia Lawalata usul,’’ Bagaimana kalau negara ini sekalian dikelola asing, ya Pak menteri? Gak usah capek-capk, langsung aja cKementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berniat membahas opsi pengelolaan Bandara Soekarno-Hatta dengan menggandeng pihak asing. Rencana ini paling cepat bisa diterapkan tahun depan. Obral. Edan semua,’’katanya.

Mantan Menko Perekonomian Rizal Ramli mengingatkan pemerintah bahwa kasus penjualan Indosat, penjualan PT Dirgantara Indonesia dan terakhir rencana penjualan bandara Soekarno-Hatta itu, merupakan pengkhianatan terhadap masyarakat, sejarah bangsa dan konstitusinya.

”Makanya ada pernyataan dari banyak kalangan, kalau Bandara Soekarno-Hatta mau dijual, diprivatisasi, sebaiknya bandara yang dijual bagian mana? Ganti dulu nama Soekarno-Hatta menjadi SBY-Boediono, sebab itu berkhianat pada konstitusi, pada rakyat kita sendiri,’’ imbuh  Nehemia. [] Rima/dni

About Author

Redaksi

Redaksi

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Facebook Kami

Dapatkan update berita kami

Terimakasih sudah berlangganan

Terjadi kesalahan.

About

Hminews.com adalah website media pergerakan anak muda masa kini. Kami mewartakan berita dan opini dari anak muda dari berbagi pergerakan mahasiswa. kirim artikel anda ke redaksi at hminews.com.