para wakil rakyat

HMINEWS.COM- Tahun 2010, pemerimtah telah menyiapkan dana sebesar Rp 19,5 triliun untuk keperluan ke luar negeri. Yakni keperluan Presiden, Kementrian, DPR, dan lembaga negara lainnya. Ironis, biaya besar tersebut mengalahkan anggaran Jamkesmas dimana lebih besar empat kali lipat.

Itu artinya empat kali lipatnya dana Jamkesmas yang hanya Rp 4,6 triliun untuk tahun 2010,” kata Sekjen Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra), Yuna Farhan. Minggu (19/9).

Sedangkankan pengamat politik Universitas Indonesia Iberamsjah menilai studi banding tidak pernah ada hasilnya. Hanya bagi jatah giliran ke luar negeri. “Itu hanya ingin jalan-jalan ke luar negeri saja, bagi- bagi jatah,” tutur dia kepada INILAH.COM, Senin (20/9).

Ketidakcakapan anggota dewan yang melakukan studi banding, semakin memperlihatkan tugas mereka tidaklah efektif. “Untuk apa harus sampai ke luar negeri. Kan banyak cara mempelajari negara lain. Ini tidak ada hasil positifnya,” kata dia.

Banyak cara untuk mendapatkan referensi dari negara lain,  cukup dengan internet tanpa perlu sampai beralasan studi lapangan keluar negeri  tempat yang dituju, ujar Iberamsjah

Jaman dulu okelah studi banding keluar negeri,  dimana ketika itu alat komunikasi belum secanggih sekarang, kalau sekarang Akal- akalan DPR saja studi banding keluar negeri,  kata Iberamsjah.[]ham