Komjen Nanan Sukarna dan Irjen Imam Sudjarwo (foto : Mediaindonesia)

HMINEWS.COM- Polri telah mempunyai 2 nama calon pengganti Jenderal Bambang Hendarso Danuri sebagai Kapolri. Dua nama yang lolos proses seleksi internal dan penilaian Dewan Jabatan dan Kepangkatan Tinggi (Wanjakti) Polri tersebut adalah Komjen Pol Nanan Soekarna dan Irjen Pol Imam Soejarwo.

Penasihat Ahli Kapolri Kastorius Sinaga mengatakan, nama Nanan dan Imam akan disodorkan ke Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, akhir September 2010. Jika sudah diajukan, Presiden SBY akan memilih di antara Nanan atau Imam. Selanjutnya, calon Kapolri terpilih akan dikirim ke DPR untuk ditetapkan sebagai kapolri baru.

“Jadi diperkirakan minggu pertama bulan Oktober nama tersebut sudah masuk dari Presiden SBY ke komisi DPR,” ujar Kastorius saat dihubungi, Minggu (12/9).

Komjen Pol Nanan Soekarna saat ini menjabat sebagai Inspektorat Pengawasan Umum (Irwasum Polri). Lulusan terbaik Akpol tahun 1978 ini pernah menjabat sebagai Kadiv Humas Polri dan Kapolda Sumatera Utara.

Nanan disebut-sebut sebagai yang paling berpeluang, karena Nanan paling didukung oleh kalangan internal Polri. Nanan didukung karena dinilai mampu menjaga netralitas Polri dan tak bisa ditekan oleh parpol tertentu.

Sementara Irjen Pol Imam Soejarwo sendiri merupakan lulusan Akpol tahun 1980. Imam pernah menjabat sebagai Kapolda Bangka Belitung dan saat ini menjabat sebagai Kalemdikpol Polri.

Adapun Imam Sudjaro disebut sebagai titipan Istana Negara, sebentar lagi akan dinaikkan pangkatnya menjadi Komjen Pol.
Komjen Pol Nanan Soekarna dan Irjen Pol Imam Sujarwo dinilai pas untuk mengganti Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri (BHD).

Nanan angkatan 78 dan Imam angkatan 80, sama-sama memiliki masa tugas relatif panjang. Saat pensiun nanti, Nanan-Imam bisa membina calon Kapolri angkatan 81-85.

“Angkatan 77 ke bawah sudah mulai pensiun. Ke depan calon kapolri adalah angkatan 80 atau 78 pas. Mereka pensiun maka untuk membina calon Kapolri antara 81-85,” ujar Penasihat Ahli Kapolri, Kastorius Sinaga saat dihubungi, Minggu (12/9).

Menurut Kastorius, Nanan-Imam mempunyai peluang sama besar untuk terpilih sebagai Kapolri jika nama keduanya sudah masuk ke Presiden. “Mereka sudah lewat assessment internal apakah akuntable, saya katakan iya,” tegasnya.

Sebagaimana diberitakan, 3 nama calon Kapolri sudah makin terang benderang. Ketiganya adalah Komjen Pol Gories Mere, Komjen Pol Nanan Soekarna dan Irjen Pol Imam Sudjarwo.

Menurut sumber INILAH.COM, ketiga nama itulah yang akan disodorkan ke Presiden SBY dalam waktu dekat. Pemilihan ketiga nama tersebut dimaksudkan mewakili tiga angkatan yaitu 76, 78 dan 80.

Gories Mere adalah lulusan angkatan 76, saat ini menduduki jabatan sebagai kepala Badan Narkotika Nasional (BNN). Sementara Nanan adalah lulusan terbaik angkatan 78, saat ini menduduki jabatan Inspektorat Pengawasan Umum (Irwasum) Polri. Adapun Imam adalah lulusan angkatan 80, saat ini menjabat sebagai Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Kalemdiklat) Polri.

Dari ketiga nama di atas, Nanan disebut-sebut sebagai yang paling berpeluang, karena Nanan paling didukung oleh kalangan internal Polri. Nanan didukung karena dinilai mampu menjaga netralitas Polri dan tak bisa ditekan oleh parpol tertentu. Nanan dapat diterima oleh semua angkatan yang ada di Polri baik senior maupun junior.

Nanan juga memiliki rekam jejak yang tak diragukan lagi saat menjadi Kapolda Kalimantan Barat dan Sumatera Utara. Nanan dikabarkan pernah menolak mengangkat seorang kapolres di Sumatera Utara yang dititipan oleh seorang anggota DPR dari partai besar. Ketika bertugas di Sumut, Nanan bahkan meminta seluruh polisi memakai pin yang bertuliskan anti-KKN.

Adapun Imam Sudjaro disebut sebagai titipan Istana Negara, sebentar lagi akan dinaikkan pangkatnya menjadi Komjen Pol.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memberikan kisi-kisi siapa calon Kapolri yang akan dipilihnya.

Dalam pidato di Istana Negara, Rabu (8/9) malam, Presiden mengatakan Kapolri yang akan dipilihnya harus terbebas dari kasus korupsi dan HAM. “Calon Kapolri harus terbebas dari kasus hukum dan HAM,” ujar Presiden.

Terkait dengan itu, rekam jejak para calon Kapolri akan meminta klarifikasi dari Komnas HAM, PPATK, KPK, Dirjen Pajak dan BIN. “Kita akan pastikan klarifikasi kepada mereka yang lolos semuanya itu, ujar Presiden.

Presiden menegaskan, dirinya akan mengajukan nama-nama calon Kapolri ke DPR setelah hari raya Idul Fitri.[] rima/dni