Nanan dinilai cocok menjadi Kapolri saat ini, sementara Imam cocok untuk Kapolri masa depan (foto: tribunews.com)

HMINEWS.COM- Jika Imam Sudjarwo menjadi Kapolri publik melihat ada dugaan rekayasa yang sangat kuat, karena dalam waktu singkat Imam akan memperoleh dua bintang.

‘’Presaiden SBY harus menyadari bahwa jika Imam yang diajukan sebagai calon Kapolri maka kesan rekayasa pemberian privilege (keistimewaan) dua bintang untuk Imam itu sangat telanjang dan sangat kuat pula dugaan rekayasanya,” kata Heri Ismanto, Ketua PB HMI, hal ini juga diaminin Wahyudin, Aktivis UPI Bandung Jumat (17/9).

Wahyudin menilai yang pantas untuk meduduki Kapolri adalah nanan, sudah teruji, memiliki track record yang cukup baik dan bis diterima oleh semua kalangan baik di internal polri maupun eksternal polri.

Sebelumnya, pengamat Kepolisian Universitas Indonesia (UI) Bambang Widodo Umar saat dihubungi INILAH.COM, Rabu (15/09) menilai pula, hal itu bisa menimbulkan kendala tersendiri karena terkesan terlalu cepat dikatrol.

Wakil Ketua Komisi III DPR Tjatur Sapto Edy menilai Nanan dan Imam memiliki kelebihan masing-masing. Di matanya, Nanan adalah sosok yang tegas dan bersih. Adapun Imam adalah sosok yang sederhana dan modern.

‘’Dua nama calon Kapolri yang ada saat ini Komjen Nanan Soekarna dan Irjen Imam Sudjarwo merupakan putera terbaik Polri. Nanan dinilai cocok menjadi Kapolri saat ini, sementara Imam cocok untuk Kapolri masa depan,’’ ujarnya.

Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri telah menyerahkan dua nama calon penggantinya kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Komjen Nanan Soekarna dan Irjen Imam Sudjarwo disebut-sebut sebagai dua kandidat yang sudah di tangan Presiden dan akan diajukan ke DPR. Selanjutnya, DPR akan memberikan sikap mereka: menerima atau menolak calon yang diajukan Presiden. []rima/dni