Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (presidenri.go.id)

Jakarta, HMINEWS.COM- Demi mengawal proses demokrasi di Indonesia, maka perlu dibentuk konsensus Jakarta dimana tujuan dari konsesus Jakarta ini semata-mata untuk mencapai kemajuan bangsa, demikian Usulan tersebut disampaikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, dalam  acara buka puasa bersama dengan pimpinan partai politik peserta deklarator SBY-Boediono di Puri Cikeas, Bogor, Minggu (5/9/).

Presiden menilai perlunya Indonesia memiliki konsensus sebagai dasar kemajuan Indonesia seperti konsensus yang dimiliki oleh Amerika Serikat dan China. Presiden juga membandingkan  konsensus Washington dan konsensus Beijing.

Bila  konsensus Jakarta ini  bisa diwujudkan, maka konsesus Jakarta ini  akan memiliki enam pilar, yaitu :

Pilar pertama adalah menjalankan demokrasi bersama penegakan hukum sekaligus menjaga stabilitas.

Pilar kedua adalah peranan pemerintah dalam ekonomi dijalankan tapi nilai konstruktif dalam kaidah pasar agar kompetitif tidak boleh diabaikan.

Pilar ketiga  adalah meskipun ekonomi nasional sudah terintegrasi dengan ekonomi internasional namun bukan berarti multinasional corporation yang diutamakan namun juga memperhatikan usaha kecil dan menengah. “Elemen yang keempat, pertumbuhan penting namun harus diikuti pemerataan dan keadilan sosial sekaligus pemeliharan lingkungan yang baik.

Pilar kelima, yang penting juga diperhatikan menurut Presiden, mendorong pasar domestik. “Bila masyarakat kita semakin besar daya beli, maka pasar dalam negeri akan semakin kuat dan hidup,” katanya.

Pilar keenam adalah pemerintahan presidential dengan sistem multipartai.

“Bangsa ini bangsa kita sendiri, kita sah dan dibenarkan untuk memikirkan sistem nasional yang cocok untuk bangsa kita. Kita tidak harus ikut-ikutan ambil model negara mana pun yang belum tentu bila diterapkan di Indonesia membawa keberhasilan,” kata Presiden. []Kompas/dni