Kejaksaan Periksa SBY Juga, Biar Jangan Ada Dusta!

HMINEWS.COM- Yusril Ihza Mahendra  mendesak Kejaksaan agar kasus sisminbakum yang menyebabkan dirinya  sebagai tersangka segera diselesaikan. Kejaksaan Agung segera memanggil Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai saksi dalam kasus tersebut.

Demikian dikatakan Yusril Ihza Mahendra Pemanggilan dalam acara Halal Bihalal dan Tasyakuran Uji Materil Mahkamah Konstitusi di Jakarta, Rabu (29/9). “SBY tahu persis kebijakan Sisminbakum, karena dia juga hadir saat rapat kabinet yang membahas Sisminbakum. Dimna posisi SBY pada waktu itu adalah  masih menjadi Menteri Pertambangan di era Gus Dur,”

Yusril menilai pemanggilan terhadap SBY ini penting, baik dalam kapasitasnya sebagai mantan menteri  era sebelumnya maupun sebagai Presiden. “Kesaksian SBY sangat pnting untuk meminta klarifikasinya.”

Kejaksaan, kata Yusril, tak bisa menolak permintaan dirinya. “Saya sebagai tersangka berhak mengajukan saksi ahli yang bisa meringankan dan saksi yang tahu soal kasus ini. Kejaksaan tidak boleh menilai dan menolak. SBY harus dihadirkan,” tegasnya.

Disamping itu, Yusril juga mengaku sudah meminta kesediaan beberapa mantan pejabat untuk ikut dijadikan sebagai saksi yang meringankan. Seperti, Megawati, Mantan Presiden, mantan Menko Ekuin Kwin Kian Gie, dan mantan juru bicara  Gus Dur, Adhi Massardi.

“Saya tidak takut terhadap ancaman penjara, tapi semuanya harus dibuktikan dulu di persidangan. Kalau tidak cukup bukti, kasus ini harus dihentikan,” pintanya lagi.

Yusril kembali mengingatkan,  jika Kejaksaan tetap ngotot untuk melanjutkan dugaan pidana kasus Sisminbakum tanpa bukti yang cukup, justru Kejaksaan bisa berhadap-hadapan dengan presiden sendiri. “Jangan-jangan Kejaksaan justru sedang mengadili presidennya sendiri,” kata Yusril.[]inilah/dni