HMINEWS.COM

 Breaking News

Imam Resmi Bintang Tiga, Apakah SBY Coret Nanan ?

September 20
10:24 2010

Imam Sudjarwo Naik Pangkat, Petanda Suksesi Polri Tak Sehat

HMINEWS.COM- Inspektur Jenderal Imam Sudjarwo, Kepala Lembaga Pendidikan dan Latihan Polisi (Kalemdikpol), hari ini, Senin 20 September 2010 resmi dilantik sebagai Komisaris Jenderal Polisi berpangkat bintang tiga.

Pelantikan berlangsung di Ruang Rupatama Mabes Polri yang dipimpin langsung Kapolri Jenderal Polisi Bambang Hendarso Danuri.

Kenaikan pangkat Imam Sudjarwo ini didasarkan pada Peraturan Presiden Nomor 52 tahun 2010 tentang Perubahan Struktur Polri. Dalam Peraturan Presiden itu disebutkan, jabatan Kalemdikpol dijabat oleh perwira Polri dengan pangkat bintang tiga atau Komisaris Jenderal.

Kini, pangkat Imam Sudjarwo telah berubah menjadi bintang tiga. Sebagaimana diketahui, nama Imam disebut-sebut sebagai salah satu nama dari dua calon Kapolri yang diajukan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Selain Imam, nama Komisaris Jenderal Nanan Soekarna yang menjabat sebagai Inspektur Pengawasan Umum juga santer sebagai salah satu nama kuat.

Tak hanya posisi Kepala Lembaga dan Latihan Polri, posisi Kepala Badan Intelijen dan Keamanan (Kaba Intelkam) Polri kini juga dijabat Komisaris Jenderal. Artinya, Wahyono yang juga mantan Kapolda Metro Jaya itu kini menjabat sebagai Kabaintelkam juga mendapat kenaikan pangkat dari Inspektur Jenderal menjadi Komisaris Jenderal.

Selain itu, Polri juga memberikan kenaikan pangkat sebelas Brigadir Jenderal menjadi Inspektur Jenderal dan sembilan Komisaris Besar menjadi Brigadir Jenderal.

Suksesi Polri Tak Sehat

Sementara itu, jika Irjen Pol Imam Soedjarwo dipilih sebagai calon Kapolri maka Presiden SBY telah menciptakan tradisi suksesi yang tak sehat di tubuh Polri.

Imam adalah angkatan 1980, Diatasnya masih banyak lulusan angkatan yang lebih senior yang dilangkahi. Hal ini akan mencimbulak kecemburuan dan instabilitas internal Polri.

Menurut Hendardi, Direktur Eksekutif SETARA Institute, persoalan angkatan dan kepangkatan di Polri sangatlah sensitif. Jika Presiden SBY memilih Kapolri dari angkatan yang terlalu muda maka bisa menimbulkan resistensi dari angkatan diatasnya.

“Memang itu hak prerogatif Presiden, perlu kira mempertimbangkan hal-hal tadi,” ujar Hendardi.[]rima/dni

About Author

Redaksi

Redaksi

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.