Gerakan Sejuta Massa Mau Turunkan SBY, HMI Meramal Gerakan Ini Bakal Gagal. Mana yang Kelak Terbukti?

HMINEWS.COM-  Para aktivis kembali merencanakan gerakan massa untuk menurunkan SBY  yang dinilai gagal dalam mensejahterankan rakyat dan menegakkan hukum.  Namun HMI Dipo  memprediksi gerakan ini  bakal gagal.

Pasalnya, tak semua elemen aktivis solid mendukung gerakan yang dipelopori aktivis Gerakan Indonesia Bersih (GIB), Adhie M Massardi itu. Salah satu yang tak mendukung adalah HMI Dipo.

Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang beralamat di jalan Diponegoro ini menolak bergabung dalam ‘Gerakan 10-10-10’ yang berupaya menjatuhkan pemerintahan SBY-Boediono. Malah, bagi HMI Dipo gerakan penggulingan SBY lewat gerakan ekstra-parlementer dinilai sebagai tindakan inkonstitusional.

Alasannya, tidak ada alasan konstitusi yang dapat membenarkan penjatuhan pemerintah. Jadi, gerakan apapun yang hendak menurunkan pemerintahan SBY itu adalah tindakan inkonstitusional.

“Tidak ada celah secara konstitusi untuk menjatuhkan SBY,” tegas Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam Arif Mustopha kepada INILAH.COM, Senin (27/9).

Menurut Arif, selama belum ada putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang memutuskan SBY melanggar undang-undang, pemerintahan SBY tak bisa dimakzulkan, baik oleh parlemen maupun kekuatan ektraparlementer. “Usia pemerintahan, menurut konstitusi, adalah 5 tahun. Itu harus selesai,” tandasnya.

Sebagaimana diberitakan, para aktivis sudah mulai gerah untuk turun gelanggang dan berdemo di jalanan atau gedung parlemen. Mereka tidak puas lantaran kinerja KIB II melempem. Rakyat tidak juga merasakan kesejahteraan.

Para aktivis tengah menggalang kekuatan untuk menggelar Gerakan 10/10, yakni demonstrasi mengerahkan massa mulai 10 Oktober mendatang dan berpuncak pada peringatan satu tahun dilantiknya Presiden SBY dan Wakil Presiden Boediono.

Pada 20 Oktober mendatang yang bertepatan dengan rabu ituv diperkirakan satu juta orang turun ke jalanan. Mereka akan mendesak Presiden SBY segera mundur dari jabatannya. Massa akan mengepung dan menduduki Istana Presiden.

Unjuk rasa itu dimotori aktivis senior Petisi 28, Haris Rusli. Lebih dari 10 organisasi massa bakal ikut bergabung, seperti badan eksekutif mahasiswa (BEM) se Indonesia, Federasi Serikat Petani Indonesia, Aliansi Buruh Mengunggat, dan Bendera.

“Tuntutan utama kita, turunkan SBY, turunkan harga, usir penjajah-penjajah asing (perusahaan-perusahan neolib) dan usut tuntas skandal Century,” ujar Haris Rusli di Jakarta, Minggu (26/9).[]rima/inilah/dni