Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Endriartono Sutarto

HMINEWS.COM- Lama tak terdengan namanya, kini  mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Endriartono Sutarto masuk  kedalam  Tim Penasehat Hukum Pembela Bibit-Chandra, masuknya Endriartono diharapkan bisa menuntaskan Centurygate. Karena kasus Century merupakan skandal politik, bukan perbankan semata. Jadi, tidak perlu  menimbulkan tanda tanya.

Koordinator Gerakan Indonesia Bersih (GIB) Adhie Massardie mengatakan, Endriartono bergabung karena kasus Bibit-Chandra bukanlah kasus hukum murni semata.

“Bibit-Chandra adalah ikon pemberantasan korupsi, kalau sampai kalah PK maka runtuhlah gerakan pemberantasan korupsi dan para bandit Century akan senang,” ujar Adhie kepada INILAH.COM, Rabu (29/9).

Menurut Adhie, lantaran itulah Endriartono tergerak bergabung menjadi penasehat Tim Pembela Bibit-Chandra karena tak mau ikon pemberantasan korupsi di Indonesia menjadi luluh lantak.

“Sejak awal kita sadar, kriminalisasi Bibit-Chandra ini bermotif politik makanya Pak Endriartono terpanggil. Kita yakin beliau mengetahui peta permalasahan yang sesungguhnya di balik kriminalisasi Bibit-Chandra ini,” terang Adhie.

Sebelumnya Endriartono mengaku tidak ada kepentingan apa-apa di balik keterlibatannya dalam pembelaan Bibit Samad Riyanto dan Chandra M Hamzah. Selain hanya keprihatinannya kepada nasib KPK.

“Rasa prihatin karena disaat kinerja KPK yang tinggi dan signifikan dalam pemberantasan korupsi namun di tengah jalan diterpa kendala-kendala termasuk kriminalisasi dua Pimpinan KPK,” ujarnya Senin (27/9).[]rima