Inspektur Pengawasan Umum Polri Komisaris Jenderal Nanan Soekarna (foto: Tribunnews.com)

HMINEWS.COM- Inspektur Pengawasan Umum Polri Komisaris Jenderal Nanan Soekarna yang juga disebut-sebut sebagai calon kuat pengganti  Bambang Hendarso Danuri selalu mengingatkan dan mengatakan  agar polisi tidak lagi  melakukan pemerasan terhadap siapa pun.

Demikain dikatakan Nanan Soekarna saat menjadi pembicara utama di Seminar Sekolah Sespim Polri tentang Akuntabilitas Kepolisian di Lembang, Bandung Barat, Selasa (21/9/2010).

Sikap tidak memeras penting dilakukan agar Polri bisa membangun kemitraan dengan beberapa pihak. dengan demikian polisi akan bisa mewujudkan reformasi di tubuh kepolisian,” kata Nanan

Nanan menilai bahwa kepercayaan masyarakat idealnya tetap dilakukan secara simultan karena pada dasarnya kepercayaan merupakan pondasi yang sangat menentukan dalam kelanjutan perencanaan di lingkungan Polri guna mewujudkan sinergi dengan semua komponen dan masyarakat serta tercapainya pelayanan publik yang unggul.

“Pada saati ini kata Nanan, Polri banyak dihadapakan pada tangtangan salah satunya adalah bagaimana mewujudkan reformasi birokrasi sebagai kelanjutan proses reformasi Polri yang telah digagas para pendahulu sebagai langkah konseptual,” ujarnya.

Nanan juga menilai kalau good governance dan clean governance telah menjadi tuntutan serta harapan publik seiring dengan perkembangan lingkungan strategis dan dinamika kehidupan masyarakat.

Akuntabilitas kepolisian sebagai implikasi dari perkembangan lingkungan di era keterbukaan dan reformasi, menurut Nanan telah menyebabkan semakin mengemukanya tuntutan dan harapan masyarakat terhadap kesanggupan untuk mempertanggungjawabkan beberapa bentuk pelaksanaan tugas Polri.

Dimana akuntabilitas Polri adalah  keterbukaan terhadap observasi yang dilakukan oleh pihak luar atas segala aktivitas kepolisian, oleh karena itu kepolisian sebagai organisasi ataupun individu harus mampu menjawab dan menjelaskan segala bentuk keingintahuan publik, ujar Nanan

Akuntabilitas yang dimaksud adalah bagaimana melibatkan tidak saja individu petugas, tetapi juga para pejabat atasan yang bertanggung jawab atas perilaku individu yang berada di bawah komandonya serta organisasi kepolisian yang bertanggung jawab kepada publik atas kewajibannya.

Globalisasi telah  membawa nilai akuntabilitas dan menjadikan masyarakat kritis terhadap tugas Polri dan beberapa penampilannya. Salah satu hal yang bisa diwujudkan dalam rangka akuntabilitas, katanya, adalah melalui pelayanan yang berkualitas.

“Selama ini banyak anggota Polri yang kurang mengampanyekan nilai-nilai kepolisian. Padahal, dengan begitu semua anggota bisa mengaplikasikan dalam mewujudkan tugasnya. Sebab, polisi harus memenuhi dua kepentingan, yakni negara dan masyarakat,” kata Nanan.

Semoga dengan momemtum suksesi, Polri bisa menjadi lebih baik dan yang penting bagaimana polisi kedepannya tidak lagi melalukan tindakan pemerasan kepada rakyatnya, semoga. []kompas/dni