Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Patrialis Akbar (foto:vivanews)

HMINEWS.COM- Teroris  telah menjadikan pemerintah tidak berwibawa. Pemerintah juga tidak mau dikalahkan dengan teroris. Berbagai upaya terus dilakukan pemerintah dalam memberantas terorisme. salah satunya  pemerintah tidak akan memberikan remisi bahkan grasi kepada narapidana kasus terorisme.

Demikian dikatakan Menhumham Patrialis Akbar usai memberi kuliah umum tentang hukum di depan ribuan mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara di Medan, Senin (27/92010). “Pemerintah sementara mengambil kebijakan tidak akan memberikan remisi apalagi grasi kepada narapidana teroris,”

Akhir-akhir ini gerakan terorisme di Indonesia semakin hari semakin gencar dan mengkhwatirkan dimana terdapat di berbagai daerah,  pemerintah bertekad tidak akan memberi toleransi dalam bentuk apapun kepada teroris, ujar patrialis

Oleh karenanya, saat ini pemberian remisi bahkan grasi kepada para narapidana kasus kejahatan terorisme tidak akan pernah ada untuk saat ini, itulah salah satu terobosan pemerintah dalam emncegah aksi terorisme di Indonesia, “Untuk itu kita akan mencoba kompromi dulu dengan DPR bagaimana sebaiknya ke depan,”kata patrialis.

Sementara itu anggota Komisi III DPR RI Edi Ramli Sitanggang mengatakan, terorisme telah dianggap menjadi musuh bersama. pemberantasan aksi terorisme juga harus dilakukan bersama, katanya usai mengunjungi Mapolsek Hamparan Perak yang diserang kelompok bersenjata di Medan, Kamis (23/9).

Bagaimanapun kita harus mengoptimalkan fungsi intelijen, pihak kepolisian juga harus mengutamakan pola pencegahan. Untuk itu, pimpinan Polri harus mampu membuat program guna mensinergikan antara peran kepolisian dengan partisipasi masyarakat.

Dengan adanya keterlibatan masyarakat melalui RT/RW sebagai “ujung tombak” pengawasan di lapangan, segala potensi yang dapat meresahkan masyarakat dapat diketahui sejak dini, katanya.[]ant/dni