Menteri Luar Negeri Iran

HMINEWS.COM- Menteri luar negeri Iran kembali menegaskan tekad Iran untuk memanfaatkan pembangkit listrik tenaga nuklir dan juga memanfaatkan sepenuhnya teknologi nuklir sipil meskipun AS menjatuhkan sanksi.

Pernyataan itu dikemukakan Manouchehr Mottaki dalam pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Uni Emirat Arab (UEA) Syeikh Abdullah bin Zayed al-Nahayan di sela-sela sidang tahunan Majelis Umum PBB di New York.

Mottaki menekankan bahwa kerjasama penuh Iran dengan Badan Energi Atom Internasional (IAEA) masih berlanjut meski sanksi politis PBB dan langkah-langkah sepihak AS dan Uni Eropa telah mencemari kerjasama itu. Demikian dilaporkan IRNA pada hari Selasa (21/9).

Pejabat Iran ini menggarisbawahi bahwa rencana Tehran untuk menggunakan energi nuklir sebagai sumber utama penyediaan listrik negara berdasarkan program pembangunan ekonomi Iran.

Dalam pertemuan itu, menteri luar negeri UEA mengucapkan selamat kepada Iran sebagai negara pertama Timur Tengah yang memulai pembangkit listrik tenaga nuklir. Ia juga mengkonfirmasikan rencana negaranya untuk memulai pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir sebelum akhir 2010. []IRIB/dni