Jaksa Cirus Sinaga (foto : Antaranews)

HMINEWS.COM- Pengacara Hotma Sitompul menilai sudah cukup bukti untuk menjerat hukum jaksa Cirus Sinaga terkait perkara dugaan mafia kasus Gayus HP Tambunan. Penilaian Hotma itu setelah melihat fakta-fakta di sidang para terdakwa yang terlibat kasus Gayus.

“Cirus menjadi tersangka itu cukup. Kalau bahasa penyidik telak,” lontar Hotma seusai mendampingi sidang kliennya, Sjahril Djohan, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (15/9/2010).

Hotma mengatakan, berdasarkan kesaksian saksi maupun terdakwa, seperti Kompol Arafat Enanie dan Brigjen (Pol) Raja Erizman, sudah cukup kuat membuktikan bahwa Cirus telah terlibat merekayasa kasus Gayus. Cirus, kata dia, telah merubah pasal korupsi, pencucian uang, dan penggelapan yang dikenakan ke Gayus dengan hanya menjerat pasal penggelapan.

“Dia yang mengubah semua. Sudah jelas semua masalah ini karena Cirus. Sudah cukup bukti untuk dijadikan tersangka,” lontar Hotma.

Seperti diberitakan, Raja saat bersaksi hari ini mengatakan, Cirus mengubah tiga pasal yang dikenakan ke Gayus menjadi hanya satu pasal, yakni penggelapan. Arafat pernah mengungkapkan bahwa Cirus pernah memaksa agar penyidik memasukkan pasal penggelapan ke Gayus. Pasalnya, tanpa pasal itu Cirus tak dapat menangani kasus Gayus.

Arafat, Haposan Hutagalung, dan AKP Sri Sumartini saat bersaksi mengaku ada pertemuan penyidik dengan jaksa Cirus dan Fadil Regan di Hotel Kristal, Jakarta Selatan. Diduga, pertemuan itu membicarakan penambahan pasal ke Gayus.

Brigjen (Pol) Raja Erizman mengatakan, jaksa Cirus Sinaga yang telah menghilangkan pasal korupsi dan pencucian uang yang menjerat Gayus Halomoan Tambunan sebelum dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Tangerang. Cirus hanya mengenakan Pasal 372 KUHP tentang penggelapan kepada Gayus.

Hal itu dikatakan mantan Direktur II Ekonomi Khusus Bareskrim Polri itu ketika bersaksi di sidang terdakwa Sjahril Djohan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (15/9/2010). Pengakuan Raja itu terungkap ketika Hotma Sitompul, pengacara Sjahril, bertanya siapa jaksa yang mengubah tiga pasal menjadi satu pasal ke Gayus.

Raja mengatakan, surat pemberitahuan tentang dinyatakan lengkapnya berkas perkara Gayus (P21) ditandatangani Cirus. Dalam surat itu, hanya pasal penggelapan senilai Rp 395 juta yang dikenakan kepada Gayus. Uang itu dikirim oleh PT Megah Jaya Garmindo senilai Rp 370 juta dan Roberto Santonius senilai Rp 20 juta. “Itu Cirus Sinaga,” katanya.

Hal yang sama dikatakan Komisaris Arafat Enanie yang juga hadir sebagai saksi. Menurut dia, awalnya ia hanya mengenakan pasal korupsi dan pencucian uang kepada Gayus. Penyidik Ajun Komisaris Sri Sumartini lalu menambahkan pasal penggelapan kepada Gayus. Penambahan itu atas permintaan Cirus. “Belakangan ditambahkan Sri Sumartini,” ucapnya.

Seperti diberitakan, Cirus juga disebut-sebut para saksi dalam sidang para terdakwa Gayus lain. Terdakwa Haposan Hutagalung, Sri Sumartini, dan Arafat mengakui adanya pertemuan antara penyidik dan Cirus serta Jaksa Fadil Regan di Hotel Crystal, Jaksel. Pertemuan itu diduga membicarakan perubahan pasal. Namun, penyidik tim independen belum melihat adanya tindak pidana yang dilakukan Cirus ataupun Fadil. []rima/qian