Denny Indrayana

HMINEWS.COM- Pascaputusan Mahkamah Konstitusi terkait Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2004 tentang Kejaksaan yang mengabulkan sebagian permohonan pemohon Yusril Ihza Mahendra terkait kedudukan Jaksa Agung, Hendarman Supandji. Kabarnya pihak Istana merasa lega atas putusan MK tersebut.

“Putusan ini sangat melegakan,” ujar staf khusus Presiden, Denny Indrayana di kantor Presiden, Jakarta, Rabu (22/9).

Denny menilai keputusan MK menegaskan bahwa masa jabatan Hendarman sebagai Jaksa Agung berakhir bersamaan dengan masa jabatan Presiden SBY pada 2014.

“Bukannya disebutkan Jaksa Agung berakhir kalau Presiden berakhir? Presiden berakhir kapan, 2014. Jaksa Agung dinyatakan sah kemarin, sekarang pun sah, dan Presiden berakhir 2014,” terang Denny.

Pendapat ini langsung dibantah oleh kuasa hukum pidana Yuzril, M. Assegaf. Menurut Assegaf, pendapat Denny malah bikin rancu karena menafsirkan ulang putusan MK.

“Boleh dia berpendapat seperti itu. Tapi kan itu namanya menafsirkan putusan MK. Padahal, kita bertemu di MK kan karena ada dua tafsir. Jangan ditafsirkan lagi dong, putusan MK,” sanggah Assegaf

Menanggapi putusan MK atas putusan Mahkamah Konstitusi yang mengabulkan permohonan uji materi tentang keabsahan jabatannya selaku jaksa, Hendarman mengatakan masih menunggu petunjuk presiden.

“Saya menunggu petunjuk Presiden,” jawabnya tenang. Hal tersebut dia sampaikan menjawab pertanyaan puluhan wartawan yang mencegatnya di Kantor Kejagung, Jl Sultan Hasanuddin, Jakarta, Rabu (20/9/2010).

Ditanya soal percepatan penggantian Jaksa Agung, Hendarman kembali menyatakan semua tergantung Presiden. “Itu tergantung Bapak Presiden, itu tergantung hak prerogatif Presiden,” jawabnya.[]dtk/in/dni