ngak malu, tiap tahun di Indonesia bayar hutang

HMINEWS.COM- Hingga Agustus 2010 jumlah utang Indonesia mencapai Rp 1.654,19 triliun. Ini membuat Indonesia dihantui utang jatuh tempo yang nilainya puluhan triliun tiap tahunnya hingga 2038.

Demikian terlihat dari data utang Indonesia dari Ditjen Pengelolaan Utang, yang dikutip, Rabu (15/9/2010). Dari data tersebut terlihat dari profil utang jatuh tempo, terbesar terjadi di tahun 2033. Utang jatuh tempo pada tahun tersebut mencapai Rp 130 triliun, dan sebesar Rp 127 triliun berasal dari jatuh tempo surat utang eks BLBI (Bantuan Likuiditas Bank Indonesia).

Berikut besaran utang jatuh tempo Indonesia hingga 2038:

  • 2010 utang jatuh tempo mencapai Rp 34 triliun. Terdiri dari surat utang Rp 15 triliun, dan utang luar negeri Rp 19 triliun.
  • 2011 utang jatuh tempo mencapai Rp 112 triliun. Terdiri dari surat utang Rp 66 triliun, dan utang luar negeri Rp 46 triliun.
  • 2012 utang jatuh tempo mencapai Rp 107 triliun. Terdiri dari surat utang Rp 61 triliun, dan utang luar negeri Rp 46 triliun.
  • 2013 utang jatuh tempo mencapai Rp 108 triliun. Terdiri dari surat utang Rp 58 triliun, dan utang luar negeri Rp 50 triliun.
  • 2014 utang jatuh tempo mencapai Rp 106 triliun. Terdiri dari surat utang Rp 57 triliun, dan utang luar negeri Rp 49 triliun.
  • 2015 utang jatuh tempo mencapai Rp 100 triliun. Terdiri dari surat utang Rp 52 triliun, dan utang luar negeri Rp 48 triliun.
  • 2016 utang jatuh tempo mencapai Rp 81 triliun. Terdiri dari surat utang Rp 38 triliun, dan utang luar negeri Rp 43 triliun.
  • 2017 utang jatuh tempo mencapai Rp 78 triliun. Terdiri dari surat utang Rp 41 triliun, dan utang luar negeri Rp 37 triliun.
  • 2018 utang jatuh tempo mencapai Rp 83 triliun. Terdiri dari surat utang Rp 47 triliun, dan utang luar negeri Rp 36 triliun.
  • 2019 utang jatuh tempo mencapai Rp 90 triliun. Terdiri dari surat utang Rp 55 triliun, dan utang luar negeri Rp 35 triliun.
  • 2020 utang jatuh tempo mencapai Rp 96 triliun. Terdiri dari surat utang Rp 62 triliun, dan utang luar negeri Rp 34 triliun.
  • 2021 utang jatuh tempo mencapai Rp 49 triliun. Terdiri dari surat utang Rp 21 triliun, dan utang luar negeri Rp 28 triliun.
  • 2022 utang jatuh tempo mencapai Rp 48 triliun. Terdiri dari surat utang Rp 25 triliun, dan utang luar negeri Rp 23 triliun.
  • 2023 utang jatuh tempo mencapai Rp 39 triliun. Terdiri dari surat utang Rp 21 triliun, dan utang luar negeri Rp 18 triliun.
  • 2024 utang jatuh tempo mencapai Rp 32 triliun. Terdiri dari surat utang Rp 18 triliun, dan utang luar negeri Rp 14 triliun.
  • 2025 utang jatuh tempo mencapai Rp 40 triliun. Terdiri dari surat utang Rp 18 triliun, dan utang luar negeri Rp 12 triliun.
  • 2026 utang jatuh tempo mencapai Rp 12,5 triliun. Terdiri dari surat utang Rp 2,5 triliun, dan utang luar negeri Rp 10 triliun.
  • 2027 utang jatuh tempo mencapai Rp 24 triliun. Terdiri dari surat utang Rp 15 triliun, dan utang luar negeri Rp 9 triliun.
  • 2028 utang jatuh tempo mencapai Rp 28 triliun. Terdiri dari surat utang Rp 21 triliun, dan utang luar negeri Rp 7 triliun.
  • 2029 utang jatuh tempo mencapai Rp 5 triliun. Terdiri dari utang luar negeri Rp 5 triliun.
  • 2030 utang jatuh tempo mencapai Rp 31 triliun. Terdiri dari surat utang Rp 26 triliun, dan utang luar negeri Rp 5 triliun.
  • 2031 utang jatuh tempo mencapai Rp 4 triliun.
  • 2032 utang jatuh tempo mencapai Rp 4 triliun.
  • 2033 utang jatuh tempo mencapai Rp 130 triliun. Terdiri dari surat utang Rp 127 triliun, dan utang luar negeri Rp 3 triliun.
  • 2034 utang jatuh tempo mencapai Rp 2 triliun. Terdiri dari utang luar negeri Rp 2 triliun.
  • 2035 utang jatuh tempo mencapai Rp 15 triliun. Terdiri dari surat utang Rp 14 triliun, dan utang luar negeri Rp 1 triliun.
  • 2036 utang jatuh tempo mencapai Rp 1 triliun. Terdiri dari utang luar negeri Rp 1 triliun.
  • 2037 utang jatuh tempo mencapai Rp 21 triliun. Terdiri dari surat utang Rp 20 triliun, dan utang luar negeri Rp 1 triliun.
  • 2038 utang jatuh tempo mencapai Rp 35 triliun. Terdiri dari surat utang Rp 34 triliun, dan utang luar negeri Rp 1 triliun. detik/dni